More
    BerandaPendidikanUNAIR Kukuhkan Lima Guru Besar, Rektor Tekankan Peran Ilmu sebagai Solusi di...

    UNAIR Kukuhkan Lima Guru Besar, Rektor Tekankan Peran Ilmu sebagai Solusi di Era Digital

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 10 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukuhkan lima guru besar baru pada Kamis (9/4/2026) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus memperkuat kontribusi UNAIR dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat.

    Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan, yakni Prof Dr Bambang Sugeng Ariadi Subagyono SH MH dan Prof Dr Radian Salman SH LLM dari Fakultas Hukum, Prof Dr Muhammad Asfar Drs MSi dan Prof Yuyun Wahyu Izzati Surya SSos MA PhD dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.

    Ilmu Pengetahuan sebagai Jawaban Tantangan Zaman

    Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar menjadi wujud tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu sebagai solusi atas tantangan zaman. Berbagai bidang keilmuan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, literasi digital berbasis multikulturalisme, hingga perlindungan konsumen dan dinamika politik, menunjukkan pentingnya peran ilmu dalam kehidupan masyarakat.

    Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang relevan dan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

    Selain itu, ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam memastikan ilmu pengetahuan tetap relevan dengan kebutuhan zaman. “Melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan, akademisi mampu menjawab persoalan saat ini sekaligus mengantisipasi tantangan di masa mendatang,” ujarnya.

    Sinergi Inovasi, Etika, dan Regulasi

    Prof Madyan juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi, regulasi, dan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa. Ia mengingatkan bahwa seluruh perkembangan ilmu dan teknologi harus tetap berpijak pada prinsip keadilan, hak asasi manusia, serta kebaikan bersama.

    Ia menegaskan bahwa sinergi antara inovasi, literasi, regulasi, dan nilai-nilai dasar menjadi kunci dalam memastikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, kontribusi akademik tidak boleh berhenti pada tataran konseptual, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata yang aplikatif.

    “Sinergi antara inovasi, literasi, regulasi, dan nilai-nilai dasar menjadi kunci agar ilmu pengetahuan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Ia berharap para guru besar dapat terus menjaga integritas akademik, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, serta memperkuat peran sebagai pemimpin keilmuan di bidang masing-masing.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru