More
    BerandaUncategorizedPJT I Gelontorkan 600 Ribu Meter Kubik Sedimen dari Bendungan Wlingi dan Lodoyo

    PJT I Gelontorkan 600 Ribu Meter Kubik Sedimen dari Bendungan Wlingi dan Lodoyo

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 18 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom –  Perum Jasa Tirta I (PJT I) mulai melakukan flushing atau penggelontoran sedimen di Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo, Kabupaten Blitar, Senin (18/5/2026). Kegiatan rutin tahunan yang dikenal warga dengan istilah “pladu” itu ditargetkan menggelontorkan sekitar 600 ribu meter kubik sedimen hingga 22 Mei 2026.

    Pembukaan pintu air dilakukan bertahap dimulai dari Bendung Lodoyo pada pukul 08.00 WIB, kemudian disusul Bendungan Wlingi sekitar pukul 10.00 WIB. Sirine peringatan dibunyikan sebelum proses dimulai untuk mengingatkan masyarakat agar menjauh dari bantaran Sungai Brantas.

    Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho DP, mengatakan flushing dilakukan untuk memulihkan kapasitas tampungan waduk yang terus berkurang akibat sedimentasi. “Dengan kegiatan flushing ini sedimen yang sudah menumpuk selama satu tahun terakhir di area waduk akan digelontorkan ke area hilir sungai sehingga daya tampung waduk bendungan akan kembali meningkat,” ujar Agung di Bendungan Wlingi.

    Ia menjelaskan, dari total target 600 ribu meter kubik sedimen, sebanyak 350 ribu meter kubik berasal dari Waduk Wlingi dan 250 ribu meter kubik dari Bendung Lodoyo. Berdasarkan hasil sounding terakhir, kapasitas efektif Waduk Wlingi kini tinggal sekitar 43 persen dari kapasitas awal 5,2 juta meter kubik atau tersisa sekitar 2,23 juta meter kubik. Sedangkan Bendung Lodoyo yang semula memiliki kapasitas 5 juta meter kubik kini tersisa sekitar 46 persen atau 2,3 juta meter kubik.

    Menurut Agung, flushing menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi bendungan sebagai pemasok air irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Bendungan Wlingi dan Lodoyo menyuplai air irigasi bagi sekitar 12.200 hektar lahan pertanian di wilayah Blitar hingga Tulungagung.

    Selain itu, PLTA Wlingi memiliki kapasitas listrik 2 x 27 MW, sedangkan PLTA Lodoyo berkapasitas 1 x 4,7 MW. “Jadi kedua bendungan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan dan ketahanan energi,” katanya.

    Untuk mendukung flushing, PJT I menurunkan delapan unit alat berat, terdiri dari enam unit di Waduk Wlingi dan dua unit di Waduk Lodoyo. PJT I juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, instansi teknis, dan HIPPA di Blitar serta Tulungagung terkait pengaturan tata air selama proses berlangsung.

    Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sekitar aliran Sungai Brantas karena berpotensi terjadi peningkatan debit air dan kekeruhan selama flushing berlangsung. Akses di sekitar bendungan juga diatur sementara demi keselamatan. PJT I menargetkan proses flushing selesai pada Jumat (22/5/2026) pukul 16.00 WIB dan operasional irigasi maupun PLTA kembali normal sehari setelahnya. (hjr)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru