Surabaya 7 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menggelar Pasar Murah ke-73 Tahun 2026 di Lapangan Kepatihan, Kabupaten Ngawi, Jumat (5/6). Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pasar murah merupakan instrumen penting untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Berbagai komoditas strategis dijual di bawah harga pasar guna membantu menjaga daya beli warga.
“Harapan kami, masyarakat semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama untuk kebutuhan dapur sehari-hari,” ujar Khofifah saat meninjau kegiatan.
Dalam pasar murah tersebut, gula pasir dijual Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13 ribu per liter, dan beras SPHP Rp55 ribu per kemasan. Selain itu, tersedia paket cabai merah dan cabai rawit seharga Rp5 ribu serta daging ayam ras Rp30 ribu per kilogram, lebih rendah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut Khofifah, intervensi pasar melalui kegiatan serupa akan terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan mengantisipasi gejolak inflasi.
Kepala Disperindag Jatim, Iwan, menambahkan pasar murah juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya, seperti beras premium Rp14 ribu per kilogram, beras medium SPHP Rp11 ribu per kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp22 ribu per kemasan, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, dan bawang putih Rp6 ribu per 250 gram.
Selain bahan pangan, sejumlah produk Industri Kecil Menengah (IKM) turut dipasarkan sebagai upaya memperluas akses promosi dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Pantauan di lokasi, warga tampak antusias memanfaatkan pasar murah. Mereka terlebih dahulu mengambil kupon antrean sebelum memasuki area penjualan. Kegiatan berlangsung tertib dan dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Jatim, kepala perangkat daerah, serta Bupati Ngawi.(del)
