Lumajang 22 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lumajang untuk mengambil peran aktif dalam mengawal pembangunan daerah dengan menjunjung tinggi integritas, nalar kritis, serta komitmen terhadap kebenaran informasi.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Bunda Indah saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-1 HMI Cabang Persiapan Lumajang yang digelar di Aula Panti PKK Lumajang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kader HMI untuk memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bunda Indah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab perdana tersebut. Ia berharap forum itu tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru di tubuh organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan dan komitmen yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan di Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki ruang belajar yang lebih luas untuk mengasah kepemimpinan, meningkatkan kepekaan sosial, serta mengembangkan kemampuan memecahkan persoalan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Karena itu, HMI harus mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus wadah penguatan kapasitas generasi muda agar siap berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Bunda Indah menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lumajang terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik dari kalangan mahasiswa, termasuk HMI, selama disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis data, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, kritik yang sehat merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kebijakan dan pelayanan publik.
“Mari kita bergandengan tangan untuk mengawal semua program pemerintah. Saya tidak anti kritik, tapi saya anti hoaks. Karena itu, mahasiswa HMI harus ikut mengambil peran bersama demi kemajuan Lumajang,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemitraan antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan perlu dibangun di atas semangat kolaborasi, bukan sekadar relasi seremonial. Mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, mengawal pelaksanaan program, sekaligus menjaga ruang publik tetap sehat melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.
“Kalau itu untuk kepentingan masyarakat, kami siap dikritik. Kami juga siap bergandengan tangan dengan HMI untuk bersama-sama membangun Lumajang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bunda Indah menilai dinamika Muscab yang diikuti sejumlah calon pemimpin baru menunjukkan bahwa HMI Cabang Persiapan Lumajang memiliki kader-kader yang siap tumbuh dan mengambil tanggung jawab organisasi. Ia berharap proses regenerasi tersebut dapat berjalan secara dewasa, mengedepankan musyawarah, serta menjaga soliditas organisasi agar HMI tetap mampu memainkan peran strategis di tengah masyarakat.
Melalui Muscab ke-1 tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap HMI tidak hanya tumbuh sebagai organisasi kader, tetapi juga menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu mendorong budaya kritik yang sehat, memperkuat literasi publik, serta ikut menjaga arah pembangunan daerah agar tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan. (MC Lumajang)
