Surabaya 22 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat kepemimpinan globalnya melalui agenda Rector Meeting pada rangkaian World University Association for Community Development (WUACD) Summit 2026. Forum tersebut menghasilkan perluasan jejaring internasional melalui penandatanganan Letter of Commitment oleh Eastern Visayas State University, Mindanao State University dari Filipina, dan Bayero University Kano dari Nigeria. Bergabungnya tiga institusi itu semakin memperluas kolaborasi WUACD di kawasan Asia Tenggara hingga Afrika.
Kepemimpinan UNAIR Perluas Jejaring Internasional
Presiden WUACD sekaligus Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Muhammad Madyan, SE MSi MFin menyampaikan bahwa bertambahnya anggota baru menjadi bukti semakin kuatnya kepercayaan perguruan tinggi dunia terhadap WUACD. “Selama satu tahun terakhir, WUACD terus memperkuat perannya sebagai platform kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan keterlibatan internasional. Kami juga menyambut tiga institusi baru yang kami yakini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh anggota WUACD,” ujarnya.
Prof Madyan menambahkan, Rector Meeting juga menjadi forum untuk mengevaluasi capaian organisasi pada paruh pertama 2026 sekaligus menyusun arah strategis WUACD ke depan. Hasil pembahasan akan diterjemahkan menjadi program kolaboratif dalam empat pilar utama, yakni Innovative Education and Lifelong Learning, Social Development and Multiculture, Health and Environment, serta Sustainable Economy.
Kemitraan WUACD-COMSTECH Perkuat Kolaborasi Global
Selain perluasan keanggotaan, pertemuan tersebut juga menandai penguatan kemitraan strategis antara WUACD dan COMSTECH. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.
Koordinator Jenderal COMSTECH, Prof Dr M Iqbal Choudhary HI SI TI menilai kolaborasi internasional menjadi kunci menghadapi masa depan pendidikan yang terus berubah.
“Pertemuan ini merupakan perayaan persahabatan. Persahabatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberdayakan masyarakat. Membangun masa depan hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi, karena pendidikan harus tetap relevan di tengah masa depan yang penuh ketidakpastian,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi masa depan perlu mengadopsi pembelajaran yang fleksibel, berbasis proyek, didukung kecerdasan buatan, namun tetap mengutamakan keterampilan manusia.
Anggota Baru Siap Perluas Dampak Pengabdian
Komitmen WUACD mendapat sambutan positif dari anggota baru. Perwakilan Bayero University Kano, Dr Aminu Muhammad, menyebut penandatanganan Letter of Commitment memiliki arti penting bagi institusinya.
“Komitmen yang kami terima dari UNAIR melalui WUACD sangat berarti bagi kami. Kami siap melangkah bersama untuk mewujudkan berbagai bentuk kolaborasi,” ungkapnya.
Menurut Aminu, Bayero University siap mengembangkan kerja sama melalui mobilitas mahasiswa, pertukaran pelajar, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengajak lebih banyak perguruan tinggi bergabung dalam WUACD.
“Hakikat pendidikan adalah kembali kepada masyarakat dan menghadirkan dampak nyata. Karena itu, saya mengajak lebih banyak universitas bergabung dengan WUACD agar bersama-sama kita dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. Melalui perluasan keanggotaan, penguatan kemitraan dengan COMSTECH, serta penyusunan program prioritas organisasi, WUACD di bawah kepemimpinan UNAIR semakin menegaskan perannya sebagai jejaring perguruan tinggi global yang menghadirkan kolaborasi berdampak bagi masyarakat dunia. (rin)
