Malang 15 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur terus memperkuat upaya pemberdayaan penyandang disabilitas melalui layanan rehabilitasi sosial yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan melepas 24 penerima manfaat UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi selama dua tahun, Rabu (15/7/2026).
Prosesi kelulusan yang berlangsung penuh haru tersebut dihadiri Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, M.Pd. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya proses rehabilitasi sekaligus awal perjalanan para lulusan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri yang lebih kuat.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa rehabilitasi sosial tidak hanya berfokus pada pemulihan kemampuan dasar, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan penerima manfaat untuk hidup mandiri.
“Kelulusan ini adalah awal perjalanan mereka untuk membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan tidak membatasi kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selama menjalani rehabilitasi, para penerima manfaat memperoleh berbagai pembelajaran, mulai dari Activity Daily Living (ADL), Baca Tulis Braille (BTB), Orientasi Mobilitas (OM), hingga pelatihan keterampilan melalui inovasi Kelas Usaha Bersama (Kurma). Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan dasar sekaligus membekali peserta dengan kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam membangun kemandirian ekonomi.
Sebagai bentuk pendampingan pascarehabilitasi, Dinsos Jatim juga menyerahkan bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (KIP PPKS Jawara) senilai Rp3 juta kepada masing-masing lulusan. Bantuan diberikan dalam bentuk peralatan usaha yang disesuaikan dengan minat dan keterampilan penerima manfaat sebagai modal awal mengembangkan usaha produktif.
Menurut Novi, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan para lulusan tetap memperoleh dukungan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Bantuan KIP PPKS Jawara ini kami harapkan menjadi penyemangat bagi para lulusan untuk berani memulai usaha dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, memberikan apresiasi atas konsistensi Dinsos Jatim dalam menghadirkan layanan rehabilitasi yang berorientasi pada pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Keberhasilan para lulusan hari ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang lulusan, Suliyadi, mengaku bersyukur dapat mengikuti proses rehabilitasi yang telah membekalinya dengan berbagai keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai kehidupan baru.
“Saya pulang dengan bekal keterampilan, rasa percaya diri, dan semangat untuk membuka usaha agar bisa hidup mandiri serta membanggakan keluarga,” katanya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, penguatan kompetensi, serta dukungan usaha produktif, Dinsos Jatim berharap seluruh lulusan mampu beradaptasi di tengah masyarakat, membangun kemandirian ekonomi, serta menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. (qal)
