Surabaya, 31 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Taman Prestasi di sepanjang Jalan Ketabang Kali dan tepian Kalimas kembali menunjukkan pentingnya ruang publik yang ramah anak sebagai oase bagi keluarga di tengah kepadatan dan kepenatan kehidupan kota.
Suasana teduh pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, menghadirkan pemandangan yang sederhana tetapi bermakna. Anak-anak bermain, berlari dan tertawa di berbagai wahana yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya. Para orang tua duduk menemani, bercengkerama dan menikmati waktu bersama keluarga.
Yang menarik, berbagai fasilitas permainan tersebut dapat dinikmati secara gratis. Kehadiran ruang publik seperti ini memberikan kesempatan kepada keluarga untuk memperoleh rekreasi yang murah, sehat dan menyenangkan.
“Taman Prestasi bukan sekadar taman. Ia adalah oase kecil bagi anak dan keluarga Surabaya. Di tengah kota yang semakin padat, cepat dan melelahkan, anak membutuhkan ruang untuk bermain, bergerak, bertemu dan bergembira,” ujar M. Isa Ansori, Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Wakil Ketua ICMI Jawa Timur ( Pusat Studi Perubahan Perilaku Anak dan Remaja ( Pusppar ) , serta Dewan Penasehat LHKP PD Muhammadiyah Surabaya.
Menurut Isa, kota yang baik tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, gedung, jalan maupun pusat ekonominya. Ukuran yang tidak kalah penting adalah sejauh mana kota mampu menyediakan ruang yang memungkinkan anak-anak tumbuh secara sehat, bahagia dan manusiawi.
Taman adalah ruang belajar kehidupan

Isa menilai, permainan anak di ruang terbuka sesungguhnya merupakan bagian dari proses pendidikan.
Ketika anak bermain bersama, mereka belajar antre, berbagi, bekerja sama, berkomunikasi, mengelola emosi, menyelesaikan konflik kecil dan membangun keberanian.
“Ada pendidikan yang berlangsung tanpa papan tulis. Ketika anak bermain, berinteraksi dan belajar berbagi dengan anak lain, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi manusia,” katanya.
Karena itu, taman kota perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem tumbuh kembang anak, bukan sekadar ruang terbuka hijau atau fasilitas rekreasi.
Ketika buku hadir di tengah dunia permainan
Hal lain yang dinilai positif adalah kehadiran mobil perpustakaan keliling Pemerintah Kota Surabaya di kawasan Taman Prestasi.
Menurut Isa, kehadiran buku di tengah ruang bermain memiliki makna penting, terutama ketika anak-anak saat ini hidup dalam kepungan media sosial, gim dan berbagai bentuk teknologi digital.
“Kita tidak perlu memusuhi teknologi. Tetapi anak tetap membutuhkan dunia nyata: pohon, rumput, sungai, teman bermain, orang tua dan buku,” ujarnya.
Menurutnya, menghadirkan buku di taman merupakan pendekatan literasi yang lebih dekat dengan kehidupan anak.
Anak dapat bermain terlebih dahulu, kemudian menemukan buku, membuka halaman, melihat gambar, membaca dan bertanya. Proses tersebut dapat menumbuhkan budaya literasi tanpa menjadikan membaca sebagai sesuatu yang terasa membebani.
“Buku tidak harus menunggu anak datang ke perpustakaan. Perpustakaan bisa datang kepada anak. Ketika wahana bermain dan buku hadir dalam satu ruang, rekreasi dan pendidikan bertemu,” kata Isa.

Oase yang perlu terus dirawat
Isa berharap keberadaan Taman Prestasi terus dipelihara dan dikembangkan sebagai ruang publik yang ramah anak dan keluarga.
Menurutnya, taman dapat dikembangkan bukan hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai ruang literasi, kreativitas, seni, interaksi keluarga dan kegiatan komunitas anak.
Keamanan, kebersihan, kenyamanan, aksesibilitas dan keberlanjutan fasilitas juga perlu menjadi perhatian agar taman benar-benar menjadi ruang publik yang hidup.
“Jangan melihat taman hanya dari keindahan fisiknya atau jumlah pengunjung. Lihat juga apa yang terjadi di dalamnya: apakah anak merasa aman, apakah keluarga nyaman, apakah ada ruang literasi, dan apakah anak-anak bisa bertemu serta bermain bersama,” jelasnya.
Pada akhirnya, kata Isa, kota yang membahagiakan bukan hanya kota yang membuat warganya mudah bekerja dan bergerak, tetapi juga kota yang menyediakan ruang untuk berhenti sejenak, bertemu keluarga, bermain dan tumbuh bersama.
“Minggu pagi di Taman Prestasi mengingatkan kita bahwa kebahagiaan anak tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mahal. Kadang cukup dengan pohon yang teduh, sungai yang mengalir, wahana permainan, orang tua yang hadir dan sebuah buku yang menunggu dibuka,” pungkasnya.
Taman Prestasi mungkin hanya sebuah ruang kecil di tengah kota. Tetapi bagi anak-anak dan keluarga Surabaya, ia bisa menjadi sebuah oase—tempat untuk bermain, membaca, bertemu dan menemukan kembali kegembiraan.
Tentang M. Isa Ansori
M. Isa Ansori adalah Kolumnis dan Dosen, Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Wakil Ketua ICMI Jawa Timur – Pusat Studi Perubahan Perilaku Anak dan Remaja ( Pusppar ), serta Dewan Penasehat LHKP PD Muhammadiyah Surabaya.
