More
    BerandaUncategorizedLayanan Kesehatan Bergerak Tahap III Jatim Layani Warga Kangean, 25 Pasien Direncanakan...

    Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III Jatim Layani Warga Kangean, 25 Pasien Direncanakan Operasi

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Kangean, 30 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III menghadirkan pemeriksaan dan skrining berbagai bidang spesialistik untuk warga Pulau Kangean, pada Sabtu (29/8/2026). Layanan tersebut memastikan masyarakat kepulauan memperoleh akses medis tanpa harus keluar pulau.

    Berdasarkan laporan, layanan dengan jumlah pasien terbanyak berasal dari pelayanan mata, yaitu 49 warga menjalani skrining lanjutan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 25 pasien yang direncanakan menjalani operasi, sementara 10 pasien direkomendasikan untuk mendapatkan rujukan sesuai kondisi medisnya.

    Selain spesialis mata, tim medis juga memberikan pelayanan spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Pada layanan deteksi dini THT, tercatat 9 warga menjalani skrining. Sementara pada pelayanan THT, sebanyak 17 pasien menjalani skrining dan 4 pasien menjalani pemeriksaan praoperasi (pre-op).

    Pelayanan juga mencakup bidang gigi dan bedah mulut. Sebanyak satu pasien menjalani skrining dan satu pasien mendapatkan tindakan dengan metode terbuka (open method).

    Sementara itu, pada pelayanan bedah, terdapat dua pasien yang menjalani skrining untuk pelayanan kapal GN.

    Untuk spesialis paru, pada hari tersebut belum terdapat pasien yang menjalani pemeriksaan maupun layanan mobile rontgen.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Cicik Swi Antika, S.KM, M.Kes, Minggu (30/8/2026), mengatakan, layanan kesehatan bergerak di Pulau Kangean menjadi upaya untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat kepulauan.

    “Ini kami hadirkan untuk mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat Kangean. Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan skrining dari berbagai bidang layanan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke luar pulau,” kata Cicik.

    Menurutnya, proses skrining menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Bagi pasien yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, tim akan memberikan rekomendasi sesuai hasil pemeriksaan.

    Cicik menambahkan, adanya pasien yang masuk dalam rencana operasi dan rujukan menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bergerak tidak hanya memberikan pemeriksaan awal, tetapi juga membantu menemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan.

    “Dari hasil pemeriksaan, ada pasien yang perlu ditindaklanjuti melalui operasi maupun rujukan. Ini menjadi bagian dari proses pelayanan agar masyarakat mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya,” ujarnya.

    Pelayanan kesehatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dan dokter dari sejumlah fasilitas kesehatan serta lintas instansi. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat Kangean mendapatkan akses terhadap layanan yang memiliki keterbatasan di wilayah kepulauan.

    Sebelumnya, Direktur RSUD Abuya Kangean, Hidayatur Rahman, M.Kes., menyampaikan bahwa layanan kesehatan bergerak sangat dinantikan masyarakat Kangean. Kehadiran tim medis dari berbagai bidang memberikan kesempatan bagi warga memperoleh layanan yang belum tersedia secara lengkap di RSUD Abuya maupun puskesmas setempat, termasuk pelayanan mata dan THT.

    Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean sendiri menyasar tiga kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Sapeken, serta pelayanan di RSUD Abuya.

    Kegiatan ini melibatkan 74 peserta dari lintas instansi, termasuk tenaga medis dari RSMM Jatim, RSUD dr Soetomo, RSUD M. Noer Pamekasan, Dinas Kesehatan Jatim, FKG Unair, Kesdam V/Brawijaya, Bappeda Jatim, Kominfo Jatim, BMKG, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

    Secara keseluruhan, sebanyak 1.138 pasien direncanakan mendapatkan pelayanan dalam rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari skrining hingga tindakan medis.

    Melalui progran ini, Pemprov Jatim berupaya memastikan keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat kepulauan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan. (jal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru