Kangean, 31 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan edukasi mengenai ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) kepada ibu balita dan kader di Puskesmas Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemprov Jatim di Pulau Kangean. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi bayi dan anak sejak awal kehidupan.
Materi disampaikan Anisa, S.KM., M.Kes, selaku Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta praktik pemberian makanan yang tepat sesuai usia anak.
Anisa mengatakan, pemenuhan gizi pada periode awal kehidupan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, ibu balita perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pemberian ASI dan makanan pendamping.
“ASI eksklusif merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi. Setelah memasuki usia yang sesuai, kebutuhan gizi anak perlu dilanjutkan melalui pemberian makanan yang tepat, beragam, dan sesuai tahapan usia.” ujar Anisa.
Menurutnya, pemberian ASI dan makanan kepada bayi dan anak perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan gizi serta perkembangan anak. Orang tua juga perlu memahami kapan makanan pendamping mulai diberikan dan bagaimana menyiapkannya dengan baik.
Dalam edukasi PMBA, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya makanan yang beragam dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan anak. Pemberian makanan juga perlu memperhatikan tekstur, frekuensi, jumlah, serta kemampuan anak sesuai dengan kelompok usianya.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah makanan, tetapi juga kualitas dan keragamannya. Anak membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertumbuhan, sehingga menu sehari-hari perlu diupayakan beragam dan seimbang,” jelas Anisa.
Selain ibu balita, kader turut menjadi sasaran edukasi. Menurut Anisa, kader memiliki peran penting dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat di tingkat keluarga.
Kader diharapkan dapat menjadi penghubung antara petugas kesehatan dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pendampingan kepada ibu yang memiliki bayi dan balita. “Peran kader sangat penting karena mereka dekat dengan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan dapat diteruskan kepada ibu dan keluarga lainnya sehingga praktik pemberian ASI dan makanan anak dapat dilakukan dengan lebih baik,” katanya.
Edukasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang ditemui dalam pemberian ASI maupun makanan kepada anak. Dengan adanya komunikasi langsung bersama tenaga kesehatan, ibu dan kader dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Kangayan menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat aspek promotif dan preventif dalam rangkaian Pelayanan Kesehatan Bergerak di wilayah kepulauan.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan pelayanan pemeriksaan dan tindakan medis, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan masalah kesehatan dan peningkatan kualitas hidup.
Melalui edukasi ASI eksklusif dan PMBA, Dinas Kesehatan Jatim mendorong agar ibu dan keluarga semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan keluarga.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kader dalam mendampingi keluarga di wilayah Pulau Kangean, sehingga upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak dapat terus dilakukan secara berkelanjutan setelah rangkaian pelayanan kesehatan bergerak selesai. (jal)
