More
    BerandaUncategorizedSilaturahmi ke Korban Kecelakaan Blesscon, Bupati Yes Akan Perkuat Pengecekan Peralatan di...

    Silaturahmi ke Korban Kecelakaan Blesscon, Bupati Yes Akan Perkuat Pengecekan Peralatan di Seluruh Pabrik Lamongan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lamongan, 22 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melaksanakan silaturahmi dan menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja ke keluarga korban kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Selasa (22/9) di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, dan Dusun Celengan, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio. 

    Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan hak-hak pekerja dan keberlanjutan pendidikan anak korban tetap mendapatkan perhatian.

    “Pemerintah Kabupaten Lamongan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa. Hari ini kita juga memberikan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan, yang pertama di Banaran sekitar 177 juta, dan di Sugio lebih dari 230 juta,” tutur Pak Yes.

    Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Soto menjelaskan bahwa manfaat yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk perlindungan bagi keluarga setelah terjadinya kecelakaan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendidikan anak korban.

    “Ini selain untuk asuransi tenaga kerja juga untuk pendidikan anaknya. Perusahaan juga memberikan jaminan bagi kelangsungan pendidikan anaknya sampai nanti kuliah, termasuk dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kelangsungan pendidikan anak korban dan keluarganya bisa terjamin,” jelasnya.

    Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja akan memperkuat evaluasi, monitoring, dan pengecekan peralatan kerja secara menyeluruh di perusahaan-perusahaan di Lamongan. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk memastikan seluruh peralatan yang digunakan pekerja berada dalam kondisi aman dan tidak membahayakan keselamatan pekerja.

    “Berikutnya Dinas Tenaga Kerja akan mengevaluasi dan memonitor perusahaan-perusahaan, alat-alat kerja supaya dicek secara periodik agar tidak membahayakan pekerja, karena kita selalu menekankan K3,” tegas Bupati Yes.

    Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada korban dan keluarga, tetapi juga menjadi edukasi bagi perusahaan dan pekerja untuk semakin memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lingkungan kerja.

    Kecelakaan kerja tersebut berdampak pada 7 tenaga kerja, dengan rincian 5 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka bakar. Dua korban yang mengalami luka bakar yakni Sigit Kamseno dengan luka bakar 95 persen yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo, serta Andika Dwi Ramadhan dengan luka bakar 35 persen yang dirawat di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo.

    Sementara lima korban meninggal dunia adalah M. Sahrul Fahmi (25), Imam Sugiono (34), Robith Fatahillah, Mas Fiqih, dan Akhmad Arif Wijaya. Para korban tercatat berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Babat, Kedungpring, Laren, Lamongan, serta Mojokerto.(dit)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru