Madiun, 25 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kota Madiun dipastikan aman. Pemerintah Kota Madiun bersama Pertamina dan stakeholder terkait terus memperkuat koordinasi dan pemantauan untuk memastikan pasokan tetap tersedia serta distribusinya berjalan lancar hingga masyarakat.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, Gatot Subroto, mengatakan pemantauan kondisi stok dilakukan setiap hari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga sekaligus membaca kemungkinan adanya peningkatan permintaan di lapangan.
“Jadi untuk LPG stok alhamdulillah aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Ya, kita selalu memonitor secara harian terkait dengan kondisi stok LPG maupun BBM,” ujarnya.
Kesiapan tersebut juga mencakup antisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan. Pertamina akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi di lapangan dan menindaklanjuti kebutuhan apabila diperlukan tambahan pasokan.
“Sudah antisipasi. Jadi ketika ada peningkatan itu kan pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pertamina dan nanti pemerintah akan mengevaluasi, akan ditindaklanjuti untuk memenuhi kebutuhan di lapangan supaya tidak terjadi isu terkait dengan BBM maupun LPG,” jelas Gatot.
Dari data tahun 2026, Alokasi LPG 3 kg di Kota Madiun sebesar 9.944 metrik ton atau setara sekitar 3,31 juta tabung. Rata-rata sekitar 275 ribu tabung beredar setiap bulan dan didistribusikan melalui 12 agen serta 405 pangkalan. Dengan dukungan jaringan distribusi tersebut, Pertamina memastikan pasokan LPG 3 kg dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sekaligus memudahkan akses dan memperkuat pengawasan distribusi hingga tingkat pangkalan.
Karena itu, masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram melalui pangkalan dan sesuai kebutuhan. Selain membantu memastikan distribusi tepat sasaran, pembelian melalui pangkalan juga membuat masyarakat memperoleh LPG sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.
Dinas Perdagangan Kota Madiun turut memastikan pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap ketersediaan, tetapi juga ketepatan sasaran LPG bersubsidi. Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Harum Kusumawati mengatakan LPG 3 kilogram khusus diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, dan petani sasaran. Sementara hotel, restoran, dan kafe atau HOREKA wajib menggunakan LPG nonsubsidi.
“Harapannya agen, kemudian pangkalan itu mematuhi itu. Dan pengendalian penjualannya pun harus tertib, harus menyerahkan KTP. Jangan sampai subsidi yang diberikan oleh pemerintah ini tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Meski pasokan saat ini aman, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi ketika kebutuhan meningkat. Terutama pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemkot Madiun dapat memfasilitasi koordinasi untuk mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada pihak yang berwenang sebagai langkah pencegahan kekurangan pasokan.
Penguatan koordinasi tersebut sejalan dengan arahan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun agar seluruh stakeholder dapat membaca kondisi sejak awal. Informasi dari Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perdagangan, agen, hingga pangkalan dinilai penting untuk mengetahui potensi persoalan sebelum berdampak kepada masyarakat.
“Jauh-jauh hari dari hulunya sudah ada informasi bagaimana kondisi LPG atau BBM. Makanya saya membutuhkan sinergi ini sebagai berbagi informasi supaya ke depannya masyarakat tidak kaget, panik buying. Harapannya kita sama-sama menjaga khususnya Kota Madiun, bahwa Pertamina sudah menjamin stok aman. Berarti kita harus jaga supaya masyarakat tidak panik,” tuturnya.
Dengan kondisi stok yang dipastikan aman, Plt wali kota meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai kelangkaan dari sumber yang tidak jelas. Masyarakat juga diimbau membeli LPG maupun BBM sesuai kebutuhan agar kondisi pasokan tetap terjaga.
“Untuk masyarakat begitu kita sudah menyampaikan bahwa seluruh ketersediaan ini aman stok enggak usah panik. Informasi-informasi yang dikeluarkan oleh sumber yang enggak jelas jangan dipercaya,” pungkasnya. (Dspp)
