Madiun, 25 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana water rescue berlanjut di hari kedua, Kamis (24/9). Kegiatan tak kalah menariknya bahkan lebih seru dibanding hari pertama kemarin. Setelah materi di hari pertama, peserta kali ini menjalani praktek langsung di lapangan.
‘’Ini kelanjutan dari pemberian materi di tenda kemarin. Materi yang didapatkan kemarin, hari ini peserta praktekkan,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Madiun, Deddy Purnomo Santoso.
Ada berbagai materi penting yang dipraktekkan. Seperti penyelamatan di perairan, resusitasi jantung dan paru, serta lain sebagainya. Deddy berharap masyarakat yang menjadi peserta ini dapat meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing. Khususnya bencana air. Hal itu penting mengingat akan memasuki musim penghujan.
Setidaknya ada 100 peserta dari berbagai kelurahan. Peserta merupakan anggota Desa Tangguh Bencana (Destana) dari 27 kelurahan. Deddy menyebut relawan Destana yang dikirim setiap kelurahan berbeda-beda. Minimal dua orang. Namun, ada juga yang sampai lima khususnya di kelurahan yang masuk daerah rawan. Seperti Kelun dan Tawanrejo yang kerap terjadi banjir.
‘’Harapannya, mereka menjadi pioneer atau yang pertama menangani kedaruratan di lingkungan masing-masing,’’ ungkapnya.
Peserta tampak antusias. Pasalnya banyak ilmu penting yang didapat. Seperti yang dirasakan Agnes Asri Nurli Nuih dari Destana Kelurahan Patihan ini. Agnes mengaku banyak mendapat ilmu berharga mulai dari penyelamatan korban di dalam air hingga saat di darat. Begitu juga dari hal sederhana seperti mendayung perahu.
‘’Mendayung ternyata ada tekniknya. Hitungan satu, dua itu bukan sekedar hitungan. Hitungan satu itu artinya dayung masuk, hitungan dua itu tarik. Jadi masuk dulu baru tarik,’’ terangnya.
Belum lagi saat menyelamatkan korban. Agnes menyebut semuanya ada tekniknya. Seperti menyelamatkan korban tenggelam bukan sekedar menyelam kemudian menarik korban ke pinggir. Karenanya, dia mengaku senang dapat mengikuti pelatihan meski baru pertama kali.
‘’Seru, banyak ilmu baru. Seperti mendayung ternyata ada tekniknya, menyelamatkan orang tenggelam ada tekniknya. Semua ada tekniknya,’’ pungkasnya. (rams)
