BerandaUncategorizedUNAIR dan DPD RI Dorong Mahasiswa Melek Politik dan Berpikir Kritis

UNAIR dan DPD RI Dorong Mahasiswa Melek Politik dan Berpikir Kritis

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 16 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gandeng Sekretariat Jenderal DPD RI, Universitas Airlangga (UNAIR) meretas ruang dialog kritis bagi civitas akademika lewat seminar DPD Goes to Campus di Ruang Bima Suci, Airlangga Convention Center (ACC), Kamis (15/10/2026). Forum bertajuk Mengenal Lebih Dekat DPD RI: Rumah Perjuangan Daerah dan Masa Depan Demokrasi Indonesia ini hadir untuk menggembleng kesadaran politik generasi muda.

Melalui diskusi interaktif tersebut, UNAIR dan DPD RI mendorong mahasiswa untuk tidak alergi terhadap politik. Mahasiswa harus lebih berani menguji gagasan dan mengambil peran aktif dalam mengawal keberlanjutan demokrasi nasional.

Ruang Dialog Berpikir Kritis

Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis UNAIR, Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi, menegaskan peran krusial kampus dalam menyediakan wadah bagi berbagai gagasan untuk bertemu secara terbuka dan akademis.

“Berpikir kritis itu bukan sekadar mencari apa yang salah, melainkan mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, memeriksa informasi secara cermat, memahami persoalan dari berbagai perspektif, serta membangun argumentasi berbasis data yang akurat,” tegas Prof Koko.

Ia mengajak para mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan forum secara maksimal sebagai ajang menguji gagasan dan memperluas pemahaman demokrasi. “Jangan hanya datang untuk mendengarkan. Gunakan kesempatan ini untuk memahami, bertanya, dan menguji gagasan dari sudut pandang yang lebih luas,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Prof Koko meyakini bahwa mahasiswa yang hadir hari ini kelak akan mengisi berbagai ruang pengabdian bangsa. Baik di ranah pemerintahan, legislatif, maupun profesional.

“Demokrasi tak hanya ditentukan lembaga negara, tetapi juga kualitas masyarakatnya. Apa pun profesi yang dipilih nanti, kemampuan memahami masyarakat dan berpartisipasi secara bertanggung jawab adalah bekal utama,” ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut.

Meritokrasi dan Politik Konstruktif

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Jawa Timur yang juga alumni UNAIR, Dr Lia Istifhama SHI SSos SSosI MEI, memaparkan bahwa lahirnya DPD RI merupakan wujud sikap egaliter dan penerapan prinsip meritokrasi di Indonesia. Lembaga ini membuka ruang kepemimpinan berbasis kapasitas bagi putra-putri daerah tanpa harus terikat sekat partai politik.

“Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita hidup di negara demokrasi di mana aktivitas politik akan selalu ada. Kuncinya adalah bagaimana generasi muda mau mencintai dan terlibat dalam politik dengan gagasan yang bersifat konstruktif, bukan destruktif,” jelas Dr Lia.

Ia menekankan bahwa berpolitik pada hakikatnya adalah sebuah seni (politics as an art) yang bertumpu pada empat pilar utama: Strategy, Equity, Nation, dan Integrity.

“Kita membutuhkan strategi yang matang, keadilan otonomi daerah, serta orientasi jangka panjang demi keberlanjutan bangsa. Yang tak kalah penting adalah integritas—kita butuh pembuktian kerja nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Dr Lia.

Menutup pemaparannya, Dr Lia mengajak Ksatria Airlangga tak ragu menyuarakan gagasan daerah. “Aspirasi dan masukan kritis dari kalangan mahasiswa sangat kami butuhkan untuk mengawal kebijakan otonomi daerah serta perimbangan keuangan yang berkeadilan,” tegasnya.(her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru