BerandaUncategorizedManasik Haji Bryan Makkah Bahas Panduan Umrah dan Haji, Jemaah Dibekali Pemahaman...

Manasik Haji Bryan Makkah Bahas Panduan Umrah dan Haji, Jemaah Dibekali Pemahaman Tata Cara Ibadah

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 25 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah menjadi bekal penting bagi calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam kegiatan Manasik Haji Ke-IV Bryan Makkah yang disampaikan oleh Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri, M.Ag., M.Pd., Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian umrah, hukum pelaksanaannya, serta tahapan ibadah mulai dari ihram, tawaf, sa’i hingga tahallul. Materi juga mencakup rangkaian ibadah haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, serta tawaf ifadah.

Memahami Tahapan Ibadah Umrah

Umrah merupakan ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan serangkaian amalan yang telah ditentukan, yakni ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Pelaksanaannya dilakukan secara tertib dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Tahapan pertama adalah ihram, yaitu niat memasuki ibadah umrah yang dilakukan dari miqat. Sebelum berihram, jemaah dianjurkan mandi dan mempersiapkan diri, kemudian mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan serta mengucapkan niat umrah.

Setelah berniat, jemaah wajib mematuhi larangan ihram. Di antaranya, larangan menggunakan wewangian setelah niat ihram, memotong rambut atau kuku, serta sejumlah larangan lain yang berbeda ketentuannya bagi laki-laki dan perempuan.

Tahapan berikutnya adalah tawaf, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Tawaf dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad.

Jemaah kemudian melaksanakan sa’i, yaitu berjalan dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dan kembali sesuai hitungan perjalanan yang ditentukan. Sa’i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah setelah menempuh tujuh perjalanan.

Rangkaian umrah ditutup dengan tahallul, yakni memotong atau mencukur rambut sebagai tanda berakhirnya keadaan ihram. Setelah tahallul, jemaah terbebas dari larangan ihram sesuai ketentuan ibadah.

Mengenal Rangkaian dan Jenis Pelaksanaan Haji

Selain umrah, materi manasik juga membahas tahapan utama ibadah haji. Jemaah diperkenalkan dengan ihram haji, wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta pelaksanaan lontar jumrah pada hari-hari yang telah ditentukan.

Wukuf merupakan salah satu rukun haji yang dilaksanakan di Arafah. Selama berada di sana, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istigfar, tahlil, dan membaca Al-Qur’an.

Setelah wukuf, jemaah menjalani rangkaian ibadah berikutnya, termasuk mabit di Muzdalifah dan Mina serta melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah sesuai jadwal dan ketentuan. Jemaah juga mendapatkan penjelasan mengenai pilihan nafar awal dan nafar tsani, yang berkaitan dengan waktu meninggalkan Mina setelah menyelesaikan kewajiban mabit dan lontar jumrah.

Materi turut mengulas tawaf ifadah, yaitu tawaf yang menjadi salah satu rukun haji dan dilaksanakan setelah rangkaian tertentu dalam ibadah haji. Sa’i dan tahallul juga dijelaskan sebagai bagian dari tata cara pelaksanaan ibadah sesuai jenis haji yang dipilih.

Dalam manasik tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan tiga jenis pelaksanaan haji, yakni tamattu’, qiran, dan ifrad. Haji tamattu’ dilakukan dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian haji pada musim yang sama. Haji qiran menggabungkan pelaksanaan haji dan umrah dalam satu rangkaian ihram, sedangkan haji ifrad mendahulukan pelaksanaan haji sebelum umrah.

Perbedaan ketiga jenis haji tersebut berpengaruh terhadap tata cara pelaksanaan, masa ihram, serta ketentuan dam atau denda yang berlaku.

Melalui Manasik Haji Ke-IV Bryan Makkah, peserta diharapkan semakin memahami urutan ibadah, ketentuan ihram, serta kewajiban dan larangan selama menjalankan haji maupun umrah. Pemahaman tersebut menjadi bekal agar jemaah dapat beribadah dengan tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan syariat.(her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru