BerandaTeknologiCiptakan NEO-PYROPURE, Tim UNAIR Bawa Inovasi Purifikasi Emisi Plastik ke PIMNAS

Ciptakan NEO-PYROPURE, Tim UNAIR Bawa Inovasi Purifikasi Emisi Plastik ke PIMNAS

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 29 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai guna seperti paving block kerap menyisakan persoalan emisi beracun dari proses pelelehan suhu tinggi. Berangkat dari masalah tersebut, tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) merancang NEO-PYROPURE, sebuah sistem purifikasi emisi berbasis nano-adsorben zeolit yang ramah lingkungan hingga berhasil membawa mereka ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro mendatang.

Keberhasilan itu tak lepas dari peran empat mahasiswa angkatan 2023, yaitu Tsabita Dini Priyanka dan Nawra Hasnata dari Prodi Rekayasa Nanoteknologi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Irma Mulazimatul Hidayah dari Teknik Industri (FTMM), serta Maria Shelina Angie dari Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Pengalaman KKN

Perwakilan tim, Tsabita Dini Priyanka, menceritakan bahwa ide pengembangan alat ini berawal dari pengalaman saat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu kota di Jawa Timur. Saat mengamati kawasan kampung zero waste, mereka melihat keberhasilan warga mengolah sampah plastik menjadi paving block. Namun, proses pelelehan plastik di dekat pemukiman menghasilkan emisi gas berbahaya yang belum terkelola.

“Kami menyadari bahwa pengolahan sampah tidak boleh berhenti pada produk jadinya, tetapi harus memperhatikan dampak lingkungan selama proses produksi. Kami terinspirasi merancang sistem pengendalian emisi yang ringkas dan modular untuk pelaku industri kecil,” ujar Tsabita.

Keunggulan Hibrida dan Modular

Lebih lanjut, inovasi NEO-PYROPURE dirancang dengan dua karakteristik utama, yakni hibrida dan modular. Metode hibrida menggabungkan pemurnian gas tahap awal melalui wet scrubbing dan dilanjutkan adsorpsi menggunakan Na Zeolit serta beta-zeolit. Sistem ini juga menerapkan sistem sirkulasi air tertutup (closed-loop system) untuk menghemat penggunaan air operasional.

Selain itu, desain modular memungkinkan komponen alat dapat dilepas-pasang dengan mudah saat perawatan tanpa perlu mengganti seluruh sistem. Keandalan sistem ini pun terbukti saat pengujian operasional secara langsung pada mesin peleleh plastik pembuat paving block.

“Penambahan adsorben pada NEO-PYROPURE mampu meningkatkan efisiensi penurunan gas karbon monoksida dari 75 persen menjadi 85,3 persen. Bagi kami, hasil ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi yang kami rancang efektif mengendalikan emisi,” ungkap Tsabita.

Optimalisasi Persiapan

Menghadapi PIMNAS 39, Tim NEO-PYROPURE memfokuskan persiapan pada tiga aspek utama, yaitu akurasi data substansi riset, penyempurnaan alur presentasi visual, serta penguatan kekompakan tim dalam menghadapi sesi tanya jawab dewan juri.

Dalam jangka panjang, tim berharap NEO-PYROPURE dapat melangkah ke tahap hilirisasi dan diterapkan langsung oleh UMKM pengolahan sampah plastik. Tsabita turut mengajak sesama mahasiswa UNAIR untuk berani mengambil peran melalui riset. “Menurut kami inovasi tidak harus langsung sempurna sejak awal. Melalui proses penelitian, evaluasi, dan kolaborasi lintas disiplin, kita belajar mengubah gagasan sederhana menjadi solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Tsabita.(rin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru