BerandaTeknologiHadirkan Smart Glasses Berbasis AI untuk Tunanetra, Tim NyxAId UNAIR Lolos ke...

Hadirkan Smart Glasses Berbasis AI untuk Tunanetra, Tim NyxAId UNAIR Lolos ke PIMNAS

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 29 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Keterbatasan akses informasi medis yang ramah bagi penyandang disabilitas netra mendorong Tim NyxAId dari Universitas Airlangga (UNAIR) menciptakan sistem asistif inovatif. Berbasis teknologi wearable dan kecerdasan buatan (Generative AI), terobosan ini sukses mengantarkan mereka lolos ke babak final Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) ini terdiri dari lima mahasiswa lintas fakultas, yaitu Gressendy Zahwarani, Hannah Icasia Illine, Shafrie Alvito Wimala Rasendrya, Muhammad Bariq Azka dari Fakultas Vokasi (FV) dan Zalfa Zahira Febriyani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Mereka merancang karya yang bertajuk NyxAId: Sistem Asistif Berbasis Generative AI dengan Integrasi Smart Glasses untuk Dukungan Pertolongan Pertama Inklusif bagi Tunanetra.

Solusi Pertolongan Pertama Inklusif

Ketua tim, Gressendy Zahwarani, menjelaskan bahwa ide NyxAId berawal dari keprihatinan mereka terhadap prosedur pertolongan pertama darurat yang masih sangat bergantung pada visualisasi fisik. Kondisi tersebut menyulitkan penyandang tunanetra untuk melakukan penanganan cedera secara mandiri.

“Fokus kami adalah memberikan dukungan informasi awal yang lebih inklusif melalui media suara. Kami memilih smart glasses agar pengoperasiannya bersifat hands-free, sehingga pengguna tetap dapat bebas memanfaatkan kedua tangannya saat menangani luka,” terang Gressendy.

Secara teknis, NyxAId mengintegrasikan kacamata pintar dan aplikasi mobile. Sistem bekerja dengan mengambil citra luka melalui kamera kacamata atau aplikasi, kemudian diolah oleh model AI berbasis pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG). Teknologi ini mencocokkan kondisi luka dengan basis pengetahuan medis pertolongan pertama, lalu menyampaikan panduan langkah penanganannya melalui luaran suara (audio response).

Tantangan Integrasi AI dan Hardware

Lebih lanjut, perancangan sistem NyxAId juga diwarnai tantangan teknis dalam menyelaraskan kinerja AI dan perangkat keras. Tim harus memastikan kacamata pintar tetap ergonomis bagi penyandang tunanetra sekaligus mengoptimalkan pemrosesan data AI untuk analisis medis yang akurat.

Gressendy mengungkapkan bahwa keselarasan antara software dan hardware tersebut menjadi fokus perhatian utama selama masa pengembangan. “Tantangan terbesar kami terletak pada akurasi AI dan integrasi hardware. Sistem AI harus presisi menganalisis luka berbasis RAG, sementara modul kacamata harus tetap kompak dan terhubung lancar dengan aplikasi,” terangnya.

Pematangan Menuju Panggung PIMNAS

Menjelang pelaksanaan PIMNAS 39, Tim NyxAId mengintensifkan persiapan melalui penyempurnaan dokumen teknis, pengujian keandalan prototipe, serta latihan presentasi. Tim juga telah mengikuti agenda pembekalan intensif (camp) selama tiga hari yang diselenggarakan oleh UNAIR, dilanjutkan dengan sesi drilling presentasi secara berkala.

“Bagi kami, persiapan PIMNAS bukan hanya tentang bagaimana tampil saat presentasi, tetapi juga memastikan kami benar-benar memahami alasan di balik setiap keputusan teknis selama pengembangan NyxAId,” tegas Gressendy.

Terakhir, Gressendy berharap inovasi NyxAId dapat terus dikembangkan menjadi produk teknologi asistif yang matang dan siap dimanfaatkan secara luas. “Sebuah ide tidak harus langsung menjadi inovasi yang sempurna. Yang terpenting kita tidak boleh takut untuk memulai, serta selalu mau belajar dan memperbaiki ide tersebut,” pungkasnya.(naf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru