Surabaya, 2 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sebanyak 250 atlet senam dari 28 kabupaten/kota di Jawa Timur bersaing untuk meraih 24 medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur yang digelar di Gedung Senam Nusantara Citraland Surabaya. Ajang multi-event tingkat pelajar ini menjadi wadah krusial untuk mengukur hasil latihan bertahun-tahun sekaligus ajang seleksi bibit potensial senam Jawa Timur.
Ketua II Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Jawa Timur, Indra Sibarani, mengatakan bahwa Popda XV memiliki peran strategis bagi pembinaan atlet muda. Sebab, ajang kompetisi berkala untuk tingkat pelajar di daerah tergolong terbatas.
“Atlet-atlet di kabupaten dan kota sudah berlatih bertahun-tahun. Kegiatan multi-event tingkat pelajar praktis hanya ada di Popda ini. Ini menjadi sarana penting untuk mengukur sejauh mana peningkatan prestasi dan kesiapan mereka,” ujar Indra saat ditemui di lokasi pertandingan, Senin (2/11).
Selain menguji kemampuan atlet, keberadaan ajang ini juga diharapkan menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk melengkapi sarana dan prasarana olahraga senam. Indra menuturkan, sebagian besar daerah masih menghadapi keterbatasan peralatan standar internasional, seperti alat lantai, kuda-kuda pelana, gelang-gelang, maupun balok bertingkat.
“Kehadiran perwakilan daerah di kompetisi ini diharapkan membuka mata pemangku kebijakan setempat untuk mulai menyediakan peralatan yang memadai, tidak hanya sebatas matras dasar,” kata Indra.
Penjaringan Bibit
Bagi Pengprov Persani Jatim, Popda XV bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan sarana pemantauan bakat (scouting). Atlet yang menunjukkan potensi menonjol—meski belum tentu meraih medali emas—berpeluang masuk dalam program pembinaan jangka panjang.
Indra menjelaskan, pola pemantauan ini konsisten dilakukan Persani Jatim sebagaimana pada Kejurnas di Kediri sebelumnya. Atlet terpilih nantinya dipusatkan di Mess Petrokimia Gresik untuk mendapatkan pelatihan intensif sebagai atlet asuhan.
“Ada peluang bagi anak-anak ini untuk dipersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tolok ukurnya tidak semata-mata juara di sini, tetapi kami melihat potensi jangka panjangnya,” tuturnya.
Mengenai peta kekuatan, Indra menilai pembinaan senam di Jawa Timur kini menunjukkan pemerataan yang positif. Daerah-daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Kediri memang masih menjadi barometer utama. Namun, kehadiran atlet berbakat dari daerah lain seperti Trenggalek dan Situbondo menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Sebanyak 24 atlet yang sebelumnya telah mengecap pembinaan terpadu di Petrokimia Gresik kini kembali memperkuat daerah masing-masing di Popda XV, yang turut mendongkrak kualitas kompetisi secara keseluruhan. “Jadi peta persaingan antar daerah di Popda cukup merata karena 24 atlet yang selama ini berlatih di Petrokimia membela daerah masing-masing,” katanya (her)
