BerandaUncategorizedPMI Surabaya Tuntaskan Pemetaan Panas Perkotaan, Perkuat Perlindungan Kesehatan Warga

PMI Surabaya Tuntaskan Pemetaan Panas Perkotaan, Perkuat Perlindungan Kesehatan Warga

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 2 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menuntaskan kegiatan Community Science Heat Mapping yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Aula Markas PMI Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko panas ekstrem di kawasan perkotaan atau urban heat.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi PMI Surabaya, American Red Cross, PMI Pusat, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya paparan suhu panas yang berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Drs. Dwi Suyanto, M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, narasumber, dan mitra yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dwi Suyanto menegaskan bahwa hasil pemetaan risiko panas perkotaan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan PMI dalam memperkuat program kesiapsiagaan dan pelayanan kemanusiaan, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah perkotaan.

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari American Red Cross yang dihadiri Joseph dan Alison Lawyer. Keterlibatan organisasi kemanusiaan asal Amerika Serikat tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan mengenai pendekatan berbasis masyarakat dalam mengidentifikasi risiko panas ekstrem.

Perwakilan PMI Pusat, Aristia Fathah, S.Ars., menjelaskan bahwa Community Science Heat Mapping merupakan pendekatan untuk mengidentifikasi tingkat risiko paparan panas di kawasan perkotaan dengan melibatkan masyarakat dan relawan.

Dalam pelaksanaannya, relawan PMI Surabaya melakukan pengukuran suhu udara dan kelembapan di sejumlah titik. Data lapangan tersebut selanjutnya akan diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta panas (heat map) untuk mengetahui lokasi yang berpotensi memiliki tingkat paparan panas lebih tinggi.
Hasil pengukuran juga akan disandingkan dengan data BMKG, baik dari stasiun pengamatan lokal maupun data nasional, guna menghasilkan analisis yang lebih komprehensif mengenai kondisi panas di Kota Surabaya.

BMKG turut memberikan perspektif terkait informasi cuaca, suhu, dan fenomena iklim sebagai pendukung analisis risiko panas perkotaan.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai metode pemetaan, pengumpulan data lapangan, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengenali risiko panas di lingkungan masing-masing.

PMI berharap hasil kegiatan tersebut dapat menjadi referensi dalam penyusunan program edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan menghadapi panas ekstrem. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan berlanjut untuk memperkuat ketahanan masyarakat Surabaya terhadap dampak perubahan iklim.(her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru