Ngawi, 6 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Semangat membara olahraga pelajar Jawa Timur resmi dikobarkan dari bumi pertiwi kawasan Ngawi Purba. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi sukses menggelar prosesi Kirab Akar Api bertajuk “Nyala dari Akar Ngawi” pada Kamis (5/11/2026).
Ritual pengambilan api yang diawali dari nyala tungku tradisional di Kantor Desa Ngawi Purba—kawasan cikal bakal Kabupaten Ngawi—ini menjadi penanda historis dimulainya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026.
Setelah melewati titik awal sejarah, obor api diarak melintasi kawasan perkotaan melalui prosesi torch run oleh jajaran atlet pelajar berprestasi, hingga diserahkan secara khidmat di Pendopo Wedya Graha dan diterima langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono.
Pemilihan tungku tradisional masyarakat Ngawi Purba sebagai sumber api utama sarat akan makna filosofis. Tungku dipandang sebagai fondasi utama kehidupan rumah tangga masyarakat, sedangkan nyala apinya memancarkan representasi energi, perjuangan pantang menyerah, serta kebersamaan atlet muda Jatim dalam merebut puncak prestasi.
Prosesi ini tidak sekadar pembukaan ajang multi-event olahraga, tetapi juga menjadi etalase budaya untuk memperkenalkan warisan sejarah dan identitas lokal Kabupaten Ngawi kepada seluruh kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta kolaborasi solid lintas pemangku kepentingan dalam menyukseskan ajang tahunan ini.
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan rekor partisipasi luar biasa. Lebih dari 8.000 peserta siap berlaga, melonjak dua kali lipat dibandingkan edisi sebelumnya yang diikuti sekitar 4.000 peserta.
“Semangat dan antusiasme ini tentu kita apresiasi tinggi. Sebagai tuan rumah dengan asistensi teknis penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami berkomitmen memberikan standar pelayanan dan penyelenggaraan terbaik selama seluruh rangkaian POPDA XV dan PEPARPEDA III berlangsung,” tegas Ony.
Dampak Positif terhadap Ekonomi Kerakyatan
Selain sebagai panggung lahirnya calon atlet masa depan Jawa Timur, gelaran skala besar ini terbukti menjadi stimulus bagi perekonomian lokal. Tingginya kebutuhan akomodasi kontingen mendorong okupansi perhotelan hingga menggerakkan potensi rumah-rumah warga (homestay) di Kabupaten Ngawi.
“Dampaknya luar biasa bagi perputaran ekonomi kerakyatan. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, dan pendamping menghidupkan sektor UMKM, kuliner, hingga penginapan. Ini adalah wujud nyata bagaimana event olahraga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Melalui spirit “Nyala dari Akar Ngawi”, Pemprov Jatim mengajak seluruh atlet pelajar untuk menjadikan momentum POPDA XV dan PEPARPEDA III ini sebagai wadah mengasah potensi, unjuk kemampuan terbaik, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas demi mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional. (her)
