Surabaya, 5 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Atlet senam muda Kabupaten Gresik, Gian Aditya Ardhani, mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Gian berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk kontingen Gresik.
Tiga emas tersebut diraih dari nomor alat lantai, meja lompat, dan beregu. Capaian ini menjadi catatan positif bagi pembinaan senam di Kabupaten Gresik sekaligus menunjukkan potensi atlet muda yang dipersiapkan untuk jenjang prestasi lebih tinggi.
Gian merupakan atlet binaan program pembinaan jangka panjang Pengurus Provinsi Persatuan Senam Indonesia (Persani) Jawa Timur. Program tersebut dipusatkan di kawasan Petrokimia Gresik.
Ketua II Pengprov Persani Jawa Timur, Indra Sibarani, berharap Gian dapat terus berkembang melalui pembinaan yang berkelanjutan. Dengan usia yang masih sangat muda, Gian dinilai memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkaya penguasaan gerakan bernilai tinggi.

Di sisi lain, Indra juga mengingatkan pentingnya dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan prestasi atlet senam di Jawa Timur.
Menurutnya, daerah perlu mulai menyiapkan peralatan senam yang memadai. Hal ini berkaitan dengan penerapan Code of Points dari Federasi Gimnastik Internasional (FIG) yang digunakan dalam pertandingan, termasuk pada ajang Porprov.
Dengan penerapan sistem penilaian tersebut, atlet dituntut menguasai gerakan dengan tingkat kesulitan dan nilai yang lebih tinggi. Karena itu, ketersediaan peralatan yang sesuai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses latihan.
“Sudah saatnya kabupaten dan kota menyiapkan peralatan agar prestasi atlet bisa meningkat. Event Porprov menggunakan Code of Points Federasi Gimnastik Internasional. Jadi, tidak ada lagi rangkaian wajib. Semua daerah harus mengejar penguasaan gerakan dan tentunya memiliki peralatan yang memadai,” ujar Indra.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pengurus cabang Persani di masing-masing wilayah dapat memperkuat fasilitas latihan. Dengan dukungan tersebut, pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan melahirkan pesenam yang mampu bersaing di tingkat nasional.
