Surabaya, 6 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Hasil Pekan Plahraga Pelajar Daerah (Popda) cabor panjat tebing mengantar Surabaya berada di urutan kedua. Hingga hari terakhir, Surabaya mengoleksi dua medali emas dua perak dan dua perunggu.
Pelatih panjat tebing Surabaya, Wijang Dwi Raharjo tidak terlalu risau dengan hasil ini. menurutnya, hasil ini ia jadikan sebagai pemanasan menjelang pekan olahraga provinsi (Porprov) 2027 di Surabaya.
“Banyak tantangan yang kami hadapi selama Popda 2026. Hal yang paling krusial adalah sarana latihan, yang untuk sementara, kami nunut,” ujar Wijang, Kamis (5/11/2026).
Sejauh ini Surabaya belum bisa memaksimalkan wall climbing milik Pemerintah Kota Surabaya. Kondisi ini membuat anak didiknya berlatih di lapangan Jatim Seger.
Surabaya finish di belakang Gresik yang sama-sama mengoleksi dua emas. Bedanya, Gresik mendapatkan tiga perak dan satu perunggu.
Menurut Wijang, anak didiknya apes di nomor speed perorangan putri. Jessica Malva pada babak final sedikit terpeleset dan kalah dari atlet Probolinggo, Nayra Zeba yang berhak emas. “Terus terang kami apes di kategori speed. Ini akan kami benahi,” tegas Wijang.
Ke depan, tim ini akan terus dipoles sampai menjelang Porprov 2027. Kebetulan seluruh materi yang dimiliki Surabaya merupakan atlet puslatcab. Di satu sisi, Surabaya juga tengah mengintai komposisi daerah lain.
“Kami juga mengamati kekuatan lawan di ajang ini. Kebetulan banyak kontingen lain yang menurunkan tim yang dipersiapkan untuk Porprov 2027,” tegas Wijang.
Sementara itu, Okandra Jodie Syailendra menyumbang emas di kategori lead putra. Adapun Egan Fansa Patu Ozora menyumbang speed world record putra.
Adapun perak yang didapat dihasilkan Surabaya melalui kategori speed putra-putri yang direbut Al Djava Lingga dan Jessica Malva.
Atlet Gresik, Mayra Azalia Nabila dan Azifatur Rohmah menjadi bintang dalam Popda yang berlangsung di wall climbing Jatim Seger, 1-5 November. Mayra merebut emas kategori lead dan boulder putri, sedangkan Azifatur Rohmah merebut perak lead dan boulder putri.
Di ajang ini Pota Probolinggo merebut satu perak dan satu perunggu, disusul Lamongan dengan satu emas. Adapun Kota Malang merebut satu perak, dan Kota Blitar meraih tiga perunggu disusul Sidoarjo dengan 1 perunggu.
Presiden Juri Popda 2026, Andika Hadi Winata menyatakan ajang ini melombakan tiga kategori perorangan lead, speed, dan boulder.
“Semua kategori hanya melombakan perorangan, dan pesertanya masih berstatus pelajar. Ada yang masih SMP, tapi rata-rata sudah SMA,” ujar pria asal Probolinggo itu. (her)
