More
    BerandaUncategorizedAir Terjun Sarun, Pesona Tersembunyi di Lereng Semeru yang Menawarkan Ketenangan Alam...

    Air Terjun Sarun, Pesona Tersembunyi di Lereng Semeru yang Menawarkan Ketenangan Alam Senduro

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 26 Juli 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Nama Kecamatan Senduro selama ini lekat dengan Gunung Semeru sebagai jalur utama menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa. Namun, di balik popularitas gunung tersebut, kawasan di barat Kabupaten Lumajang ini juga menyimpan destinasi wisata alam yang masih asri, yakni Air Terjun Sarun atau yang dikenal masyarakat sebagai Antrukan Sarun di Desa Bedayu.

    Keberadaan Air Terjun Sarun semakin memperkaya potensi wisata alam Kecamatan Senduro. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lumajang Tahun 2025–2029, kawasan wisata air terjun di Senduro menjadi salah satu potensi yang diprioritaskan untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis alam. Destinasi ini juga tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Infrastruktur (SIMIN) Kabupaten Lumajang sebagai salah satu aset wisata daerah.

    Selain Semeru, Senduro memiliki beragam destinasi unggulan seperti Ranu Pane, Ranu Regulo, serta Pura Mandara Giri Semeru Agung. Kekayaan bentang alam tersebut menjadi modal penting dalam mendorong sektor pariwisata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

    Di antara berbagai destinasi tersebut, Air Terjun Sarun menghadirkan pengalaman yang berbeda. Suasananya masih alami karena belum banyak dikunjungi wisatawan. Kondisi ini menjadikan Air Terjun Sarun sebagai salah satu hidden gem yang menawarkan ketenangan di tengah panorama pegunungan.

    Akses menuju lokasi pun relatif mudah. Dari area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit melalui jalur setapak yang rindang. Sepanjang perjalanan, kesejukan udara pegunungan dan suara gemuruh air yang semakin jelas terdengar menjadi pengalaman tersendiri sebelum tiba di lokasi.

    Sesampainya di kawasan air terjun, pengunjung disuguhi pemandangan aliran air yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 30 meter, mengalir di antara bebatuan alami yang dipenuhi lumut hijau. Perpaduan tebing, vegetasi, dan udara segar menciptakan suasana yang nyaman untuk menikmati keindahan alam maupun melepas penat dari aktivitas sehari-hari.

    Minimnya bangunan permanen dan suasana yang masih tenang menjadi nilai lebih destinasi ini. Pengunjung dapat menikmati harmoni suara air, kicauan burung, dan semilir angin pegunungan tanpa terganggu hiruk-pikuk keramaian. Kondisi tersebut juga menjadikan Air Terjun Sarun sebagai lokasi yang menarik bagi pencinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Senduro selain pendakian Gunung Semeru.

    Rizky Pratama, wisatawan asal Sukodono, mengaku terkesan dengan keindahan Air Terjun Sarun yang dikunjunginya usai mendaki Semeru.

    “Saya awalnya hanya ingin mencari tempat yang tenang setelah mendaki. Ternyata Air Terjun Sarun jauh lebih indah dari yang saya bayangkan. Airnya sangat jernih, udaranya sejuk, dan suasananya benar-benar menenangkan. Tempat seperti ini layak dikenal lebih banyak orang, tetapi semoga tetap terjaga keasriannya,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Dewi Lestari, wisatawan asal Malang. Menurutnya, suasana yang masih alami membuat pengalaman berwisata menjadi lebih berkesan.

    “Begitu sampai, rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar. Alamnya masih bersih, tidak ramai, sehingga kita benar-benar bisa menikmati suara alam. Saya pasti akan kembali lagi dan mengajak keluarga ke sini,” katanya.

    Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam, Air Terjun Sarun memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi unggulan Kabupaten Lumajang. Namun, pengembangan tersebut perlu diimbangi dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan agar keindahan alam, sumber mata air, vegetasi, serta kebersihan kawasan tetap terpelihara.

    Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, Air Terjun Sarun tidak hanya berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pariwisata yang selaras dengan upaya konservasi lingkungan. Keindahan alam di kaki Gunung Semeru ini menjadi bukti bahwa pesona Lumajang tidak hanya berada di puncak gunung, tetapi juga mengalir di setiap sudut alamnya yang masih lestari.(MC Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru