Lumajang, 26 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ribuan santri Madrasah Diniyah (Madin) memadati Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) III Kabupaten Lumajang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan prestasi, pembentukan karakter, serta penguatan nilai sportivitas dan ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.
Porsadin III secara resmi dibuka oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, pembinaan santri tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu agama, tetapi juga perlu diimbangi dengan kegiatan yang mampu meningkatkan kesehatan jasmani, ketangguhan mental, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai.
“Melalui Porsadin III ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri Madrasah Diniyah di Kabupaten Lumajang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga sehat jiwanya, kuat raganya, serta kaya akan bakat seni dan budaya. Aqlul salim fi jismi salim, jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat,” ujar Bunda Indah.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana belajar, mempererat persaudaraan, dan mengembangkan potensi diri, bukan semata-mata berorientasi pada kemenangan.
“Saya berharap seluruh santri dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan saling menghormati. Kalian adalah kebanggaan orang tua, para kiai, sekaligus harapan masa depan Kabupaten Lumajang. Teruslah belajar, berkarya, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan daerah,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Indah juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lumajang, panitia pelaksana, dewan juri, serta seluruh tenaga pendidik yang selama ini konsisten membina para santri.
Menurutnya, dedikasi para guru dan pengelola Madrasah Diniyah menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
Melalui penyelenggaraan Porsadin III, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak santri yang tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara spiritual, sehat secara fisik, kreatif dalam berkarya, serta siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat.
Semangat sportivitas, disiplin, dan persaudaraan yang ditanamkan melalui ajang ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menghadapi tantangan masa depan sekaligus memperkuat peran Madrasah Diniyah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.(MC Lumajang)
