Surabaya 21 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sejumlah atlet loncat indah kelompok pemula asal Surabaya, Gresik, dan Mojosari bersiap tampil pada Kejuaraan Pari Sakti Diving International Competition 2026 yang akan digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 hal ini di katakan Ronaldy Herbintoro Pelatih PON Jatim, Minggu (21/6/2026)
Keikutsertaan para atlet muda tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang sekaligus untuk mengukur hasil latihan yang telah mereka jalani selama ini. Ajang terbuka berskala internasional itu diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi para atlet, khususnya yang baru meniti karier di cabang olahraga loncat indah.
Ronaldy Herbintoro menyebutkan, target utama dalam kejuaraan kali ini bukanlah perolehan medali. Yang lebih penting adalah membangun mental bertanding, mengenalkan budaya kompetisi yang sehat, serta melatih para atlet untuk memahami aturan dan tata tertib dalam sebuah perlombaan.
“Keikutsertaan mereka sangat penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan atlet-atlet pemula setelah menjalani latihan selama ini. Kami belum membebani mereka dengan target juara, tetapi lebih pada proses belajar dan menambah pengalaman bertanding,” ujarnya.
Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana bagi para atlet untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah. Meski bersaing di arena pertandingan, mereka tetap dapat menjalin pertemanan dan membangun semangat sportivitas sejak dini.
Menurutnya, pembentukan karakter dan jiwa kompetitif harus dilakukan secara bertahap. Dengan usia yang masih tergolong pemula, para atlet diharapkan mampu menikmati proses dan menunjukkan kemampuan terbaik yang mereka miliki tanpa tekanan berlebihan.
“Kami tidak memasang target medali. Yang kami harapkan, anak-anak bisa tampil optimal dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Dari situ, mental dan jiwa atlet akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.
Lebih jauh, pembinaan atlet usia dini ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi cabang olahraga loncat indah di Jawa Timur. Kehadiran atlet-atlet muda diharapkan dapat mengisi kelompok usia yang mulai ditinggalkan para senior sehingga proses kaderisasi dapat berjalan berkesinambungan.
Dengan regenerasi yang terjaga, peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi untuk memperkuat Jawa Timur pada berbagai ajang nasional maupun internasional semakin terbuka lebar.
“Kami berharap mereka menjadi bibit-bibit atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Jawa Timur. Yang terpenting sekarang adalah membangun fondasi kemampuan dan mental bertanding sejak usia dini,” pungkasnya. (her)
