Solo, 6 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bank Indonesia optimistis pangsa pasar keuangan syariah nasional dapat meningkat hingga 12–15 persen pada 2028. Optimisme tersebut didukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terus dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yono Haryono menyampaikan hal tersebut dalam Capacity Building Media Gathering bertajuk “Strategic Visioning: Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar” di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).
Dalam pemaparannya mengenai peran Bank Indonesia dalam pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar), Yono menyampaikan bahwa perkembangan industri syariah pada 2024 menunjukkan tren positif. Namun, menurutnya, masih diperlukan akselerasi untuk memperkuat kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap perekonomian nasional.
Saat ini, pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) nasional berada di kisaran 25 persen, dengan sektor pertanian serta makanan dan minuman menjadi kontributor utama. Sementara itu, pangsa pasar keuangan syariah tercatat sekitar 11 persen.
“Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12 hingga 14 persen. Pembiayaan Peer-to-peer Syariah telah menyentuh Rp3,22 triliun dengan tingkat literasi Eksyar 23,3 persen,” ujar Yono.
Yono menjelaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya fragmentasi struktur perbankan syariah, keterbatasan inovasi produk, belum optimalnya pembiayaan pada sektor-sektor unggulan, serta infrastruktur Jaminan Produk Halal yang masih perlu diperkuat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia menyiapkan tiga inisiatif strategis. Pertama, penguatan ekosistem Halal Value Chain yang terintegrasi untuk mendukung stabilitas harga.
Kedua, perumusan kebijakan makroprudensial syariah serta implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk meningkatkan pembiayaan. Ketiga, pembangunan ekosistem keuangan sosial syariah guna mendorong peningkatan inklusi keuangan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bank Indonesia menargetkan pada 2028 pangsa pasar Halal Value Chain meningkat menjadi 25–28 persen, ekspor produk halal berada di atas 3,5 persen, serta sertifikasi halal mencapai lebih dari 7 juta produk.
Selain itu, literasi ekonomi dan keuangan syariah ditargetkan meningkat di atas 50 persen, sementara inklusi keuangan syariah diharapkan mencapai 15–18 persen.
Penguatan ekosistem tersebut diharapkan semakin memperbesar peran ekonomi dan keuangan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. (jal)
