More
    BerandaUncategorizedBNN Gresik Gelar Talkshow Informasi dan Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan...

    BNN Gresik Gelar Talkshow Informasi dan Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Gresik 23 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik menggelar Talkshow Informasi dan Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik ini bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Gresik yang tanggap dan tangguh terhadap ancaman narkoba.

    Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen BNN untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui edukasi yang masif.

    “Kami siap hadir di seluruh wilayah Gresik untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Dari situlah getok tular dapat menjadi bagian penting bagi kami untuk memperoleh data dan fakta di masyarakat terkait pengguna maupun penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Suharsi.

    Dalam kesempatan ini, BNN Kabupaten Gresik merilis data terkini mengenai peta kerawanan narkoba di wilayah tersebut. Tercatat ada 1.743 kasus yang mencakup tersangka pidana dan pasien rehabilitasi, dengan dominasi mutlak dari kelompok laki-laki.

    Berikut adalah rincian data kerawanan narkoba di Kabupaten Gresik:

    Kategori Laki-laki Perempuan Total
    Total Kasus Keseluruhan 1.714 (98,3%) 29 (1,7%) 1.743
    Tersangka 1.600 (98,5%) 25 (1,5%) 1.625
    Pasien Rehabilitasi 114 (96,6%) 4 (3,4%) 118

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, S.IP., M.Si., yang hadir sebagai pemateri, memaparkan tantangan geografis dan demografis yang dihadapi Gresik.

    Sebagai kawasan industri nasional, Gresik memiliki karakteristik dengan Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, Pertumbuhan kawasan permukiman yang pesat. ditambah juga Arus urbanisasi dan penyerapan tenaga kerja yang besar. serta banyaknya lembaga pendidikan serta komunitas pemuda.

    “Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko penyalahgunaan narkoba pada usia produktif, peredaran narkoba melalui jaringan lintas wilayah, serta ancaman terhadap ketahanan keluarga dan sosial,” jelas Nanang.

    Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, Pemkab Gresik bersama BNN merumuskan empat langkah strategis yang terintegrasi:

    Penguatan Kebijakan Daerah: Mengintegrasikan program P4GN ke dalam seluruh lini perangkat daerah (OPD).

    Penguatan Kelembagaan: Membentuk Satgas Anti Narkoba dan memperkuat program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

    Edukasi Berkelanjutan: Menggencarkan sosialisasi bahaya narkotika secara konsisten.

    Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan aktif organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan dunia usaha.

    “Kabupaten Gresik harus memiliki strategi yang komprehensif. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam mewujudkan Gresik yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” tambah Nanang.

    Acara yang dihadiri oleh perwakilan OPD dan berbagai instansi di lingkungan Pemkab Gresik ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Melalui program Kabupaten Gresik Bersinar, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat, angka penyalahgunaan ditekan, dan sinergi lintas sektor semakin kokoh demi mewujudkan Gresik yang aman dan bersih dari narkoba.

    Sinergi seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor menjadi kunci utama untuk melindungi usia produktif dan menciptakan lingkungan Gresik yang aman serta bersih dari peredaran gelap narkoba.(tri)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru