More
    BerandaUncategorizedC2 Fest Perkuat Ekosistem Kreatif, Pariwisata Lumajang Kian Kompetitif

    C2 Fest Perkuat Ekosistem Kreatif, Pariwisata Lumajang Kian Kompetitif

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 26 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Transformasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal kian diarahkan pada penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Kabupaten Lumajang, strategi tersebut tidak hanya dibangun melalui promosi destinasi, tetapi juga melalui penyiapan sumber daya manusia yang relevan dan kompetitif.

    Hal ini tercermin dalam gelaran C2 Fest SMKN 2 Lumajang di Alun-alun Lumajang, Sabtu (25/4/2026), yang menjadi ruang integrasi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan sektor unggulan daerah.

    Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru, terutama karena sifatnya yang inklusif dan berbasis potensi lokal.

    “Pariwisata dan ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” ujarnya.

    Dalam struktur ekonomi modern, kedua sektor ini dikenal memiliki multiplier effect yang tinggi. Aktivitas pariwisata, misalnya, tidak berdiri sendiri, tetapi menghidupkan berbagai sektor lain seperti transportasi, kuliner, perhotelan, hingga produk UMKM.

    Sementara itu, ekonomi kreatif menjadi sumber nilai tambah baru karena bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya lokal yang tidak mudah tergantikan.

    C2 Fest menjadi representasi konkret dari strategi tersebut. Melalui panggung ini, siswa tidak hanya menampilkan karya seni dan keterampilan, tetapi juga menunjukkan kapasitas sebagai bagian dari rantai industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Artinya, pendidikan tidak lagi berdiri terpisah, tetapi menjadi bagian dari sistem ekonomi daerah.

    Lebih jauh, kemampuan siswa dalam menguasai berbagai bahasa asing menjadi indikator kesiapan menghadapi pasar global. Dalam industri pariwisata, kompetensi komunikasi lintas budaya menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik destinasi.

    “Kalau kita ingin pariwisata Lumajang naik kelas, maka SDM-nya harus siap bersaing di level internasional,” tegas Bupati.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak cukup hanya pada infrastruktur dan destinasi, tetapi harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang profesional, kreatif, dan adaptif.

    Di sisi lain, penguatan ekonomi kreatif membuka ruang lahirnya wirausaha muda berbasis kompetensi. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi tenaga kerja, tetapi juga pelaku usaha yang mampu menciptakan produk dan layanan bernilai ekonomi.

    Hal ini menjadi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi dinamika global yang menuntut fleksibilitas dan inovasi.

    Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong terbentuknya ekosistem yang mendukung kedua sektor ini, melalui sinergi antara pendidikan, pelaku industri, komunitas kreatif, dan pemerintah.

    Dengan pendekatan tersebut, pariwisata dan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi sektor pertumbuhan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    C2 Fest menjadi bukti bahwa strategi ini telah mulai berjalan, di mana talenta muda dipersiapkan untuk menjadi aktor utama dalam pengembangan ekonomi daerah.

    Dari Lumajang, pesan ini semakin kuat, masa depan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi pada kemampuan manusia dalam mengolah potensi menjadi nilai tambah melalui kreativitas dan inovasi. (MC Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru