Malang, 23 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Upaya memperkuat sinergi dan ekosistem digital nasional ditandai dengan digelarnya Creative-Tech Discussion secara hibrida, Sabtu (22/8/2026) malam. Agenda strategis tersebut berpusat di Joglo Ageng, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, dan mempertemukan pemangku kepentingan nasional dengan kreator serta AI enthusiasts dari India.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan forum tersebut harus bermuara pada aksi nyata, bukan sekadar diskusi formal. Ia mengapresiasi inisiasi Creative AI Content Sandbox di KEK Singhasari sebagai wadah kolaborasi lintas negara.
“Kehadiran AI tidak untuk menggantikan, melainkan untuk berkolaborasi. Kreator adalah nyawa dari kreativitas itu sendiri, sedangkan AI adalah alatnya. Melalui forum ini, Indonesia dan India memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar, kita harus menjadi co-creator yang mengembangkan Kekayaan Intelektual (IP) bersama-sama dan membawa karya kreatif kita ke panggung global,” tegas Menteri Riefky.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin memastikan komitmen Pemprov Jatim dalam mengakselerasi ekonomi digital di Jawa Timur. Ia menyampaikan juga kematangan ekosistem kreatif di Malang Raya serta potensi besar yang dimiliki KEK Singhasari.
“Kawasan ini menyajikan ekosistem yang luar biasa, yang disiapkan sebagai Silicon Valley-nya Indonesia. Alhamdulillah, kami di Jawa Timur memiliki KEK Singhasari sehingga pengembangan ekonomi kreatif menjadi jauh lebih mudah. Ekosistem dan talenta kreatif di Malang sudah sangat matang, dan Pemprov Jatim akan selalu hadir mendukung penuh ekosistem kreatif,” ujar Sherlita.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem tersebut juga ditegaskan Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang. Dalam sambutannya, ia menyatakan komitmen pemerintah pusat untuk terus memfasilitasi regulasi dan infrastruktur guna mendorong KEK Singhasari sebagai pusat inovasi dan kolaborasi teknologi bertaraf internasional.
Sebagai wujud nyata kolaborasi lintas negara, kegiatan ini turut menghadirkan paparan secara hibrida dari sineas dan praktisi AI asal India. Mereka menyoroti pentingnya cultural storytelling atau penceritaan budaya sebagai fondasi utama di era AI.
Sebagai contoh konkret perpaduan teknologi mutakhir dan pelestarian budaya, tim dari India memutar trailer yang mengangkat sejarah dan peradaban epik Nusantara sebelum masa kemerdekaan. Seluruh elemen visual dalam karya tersebut diproduksi menggunakan kecerdasan buatan.
Menutup rangkaian diskusi strategis tersebut, CEO KEK Singhasari David Santoso menyampaikan visi untuk membawa teknologi canggih tersebut agar dapat diakses oleh talenta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren.
Ke depan, diharapkan lahir film maupun produk konten animasi berkualitas tinggi yang diproduksi langsung oleh para santri. Dengan hadirnya ekosistem tersebut, talenta-talenta muda memiliki wadah untuk mengangkat tema, nilai-nilai, serta kearifan lokal dan cerita pesantren ke layar dunia melalui optimalisasi teknologi AI.
Sebagai informasi, Creative AI Content Sandbox merupakan platform ekosistem pengujian dan kolaborasi terintegrasi yang mempertemukan pemerintah, kreator, akademisi, investor, dan perusahaan teknologi. Melalui fasilitas ini, para kreator lokal dapat bereksperimen dalam memproduksi kekayaan intelektual (IP) serta konten digital berbasis kecerdasan buatan dengan dukungan infrastruktur dan pendampingan profesional.
Agenda diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain jajaran pimpinan TVRI serta perwakilan platform hiburan seperti Cinépolis dan VIU. (pca)
