Mekkah 27 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Hamparan Muzdalifah menjadi saksi pengalaman spiritual dua jamaah KBIHU Bryan Makkah, Endradi Prajugo dan Fonda August, saat menjalani mabit pada malam 10 Dzulhijjah. Bersama jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia, keduanya merasakan suasana penuh khusyuk usai menuntaskan wukuf di Arafah.
Lautan manusia yang memenuhi kawasan Muzdalifah berpadu dengan lantunan talbiyah, dzikir, dan doa yang terus menggema sepanjang malam. Di tengah suasana sederhana dengan tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit, para jamaah larut dalam kekhidmatan ibadah.

Endradi Prajugo mengungkapkan mabit di Muzdalifah menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Menurutnya, kebersamaan jutaan tamu Allah dalam satu tempat menghadirkan rasa haru sekaligus ketenangan batin.
“Semua terasa begitu dekat dan penuh kekhusyukan. Kami beribadah bersama tanpa memandang asal negara maupun status,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fonda August. Ia menilai mabit di Muzdalifah mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan solidaritas antarsesama jamaah. Meski kondisi padat, para jamaah tetap saling membantu dan berbagi selama menjalani ibadah.

“Momen ini membuat kami merasakan kuatnya persaudaraan umat muslim. Semua saling menguatkan dalam menjalankan ibadah haji,” katanya.
Mabit di Muzdalifah merupakan bagian dari rangkaian wajib haji yang dilaksanakan setelah wukuf di Arafah sebelum jamaah bergerak menuju Mina untuk melontar jumrah. Selain beristirahat, jamaah juga memperbanyak dzikir serta mengumpulkan batu kerikil untuk prosesi lempar jumrah. (fon/end)
