Surabaya, 20 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan teknologi maritim melalui perpanjangan kerja sama dengan BTI Defence. Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat ITS, Senin (19/10), tersebut disaksikan oleh Iridium Integrated Logistic Support (ILS) dan dihadiri langsung Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan harapannya terhadap kerja sama di antara kedua belah pihak. “ITS berharap kolaborasi dengan BTI Defence dapat terus berjalan dengan baik dan membuka peluang pemanfaatan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan industri maritim,” tuturnya.
Direktur BTI Defence Peter Tjahjono menegaskan bahwa ITS memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang perkapalan dan kelautan. Pengalaman selama menjalin kerja sama sebelumnya juga menjadi alasan bagi BTI Defence untuk melanjutkan kolaborasi tersebut. “Kerja sama yang pernah terjalin tidak membuat kami kecewa karena banyak tenaga ahli ITS yang sangat membantu kami selama ini,” ungkap Peter.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk UEA Judha Nugraha menilai bahwa perpanjangan kerja sama ini memiliki arti penting bagi hubungan bilateral kedua negara. Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA. “Kolaborasi ini adalah tonggak penting sekaligus hadiah bagi penguatan hubungan kedua negara, ke depannya kami pun siap untuk memfasilitasi lebih banyak kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.
Komitmen ITS dalam pengembangan teknologi maritim juga tercermin melalui berbagai kolaborasi yang telah dilakukan. Bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, ITS pernah terlibat dalam perancangan dan pembangunan kapal wisata bottom glass atau kapal dengan bagian dasar transparan untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia. ITS juga telah mengembangkan Ocean Farm ITS (OFITS), struktur terapung untuk mendukung budidaya ikan tuna dan kakap di laut lepas.
Berbagai capaian tersebut memperlihatkan potensi keahlian ITS untuk mendukung kebutuhan industri sekaligus mendorong inovasi di sektor kemaritiman. Dengan berlanjutnya kolaborasi bersama BTI Defence dan keterlibatan mitra lainnya, ITS berharap kerja sama ini dapat memperluas pemanfaatan riset dan kompetensi teknologi kelautan bagi pengembangan industri maritim Indonesia. Kolaborasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Ini adalah wujud upaya ITS dalam memperkuat sinergi dalam pemanfaatan keahlian serta pengembangan inovasi teknologi maritim guna mendukung kemajuan industri kelautan Indonesia.(naf)
