Malang, 16 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.
Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.
Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.
Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.
Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.
Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.
Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.
“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.
Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menilai kehadiran pemain senior di tengah anak-anak memiliki nilai penting dalam proses pembinaan. Menurutnya, sosok pemain profesional dapat menjadi gambaran nyata bahwa perjalanan menjadi pesepak bola membutuhkan proses dan kerja keras.
“Keberadaan pemain-pemain senior ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak. Mereka bisa melihat langsung pemain yang selama ini mungkin hanya mereka lihat ketika bertanding. Ini memberikan gambaran bahwa untuk bisa sampai di level tersebut ada proses panjang yang harus dijalani,” ujar Sudarmaji.
Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan pemain Arema FC juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus mimpi bagi para peserta.
“Ketika mereka bisa bertemu, berfoto, meminta tanda tangan, bahkan melihat pemain senior menyaksikan pertandingan mereka, tentu ada kebanggaan tersendiri. Dari situ kami berharap muncul motivasi, bahwa suatu saat mereka juga ingin berada di lapangan yang sama sebagai pemain profesional,” tambahnya.
Sudarmaji menambahkan, Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 memang dirancang tidak hanya untuk memberikan ruang kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang dapat membangun karakter dan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola.
“Jadi bukan hanya soal hasil pertandingan. Ada pengalaman, ada sportivitas, ada keberanian, dan ada mimpi yang ingin kami tumbuhkan. Pemain senior bisa menjadi salah satu bagian yang menguatkan motivasi itu,” katanya.
Achmad Maulana dan Dewangga merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.
Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.
Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (val)
