Nganjuk, 15 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ratusan masyarakat antusias memadati Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Lapangan Kelurahan Kramat, Jalan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8).
Pasar Murah yang merupakan titik ke-93 sepanjang tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari intervensi Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Gubernur Khofifah mengatakan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Harapannya ini adalah penetrasi pengendalian inflasi,” ujarnya.
Khofifah juga mengungkapkan, Pasar Murah sengaja digelar di sejumlah titik yang dekat dengan permukiman masyarakat, terutama kawasan yang relatif jauh dari pasar tradisional. Sehingga, intervensi pemerintah tidak hanya dilakukan melalui pengendalian harga, tetapi juga dengan mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.
“Tentu harapannya kita bisa memudahkan mendekatkan penjangkauan pemenuhan logistik masyarakat,” katanya.
Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim secara konsisten menggelar Pasar Murah di berbagai kabupaten/kota sebagai bagian dari langkah konkret menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak harga bahan pokok.
“Pasar Murah sudah beberapa kali digelar, Pasar Murah juga digelar dengan melanjutkan bersinergi dengan kabupate/kota, di tahun 2026, ini adalah titik yang ke-93,” ujarnya.
Khofifah memastikan intervensi tersebut akan terus dilakukan hingga akhir tahun, terutama di wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.
“Kita ini menggelar Pasar Murah setitik-titiknya, pasar murah ini unlimited, sampai akhir tahun terus kita gelar, nanti ganti tahun kita mulai lagi,” tegasnya.
Dalam Pasar Murah kali ini, berbagai komoditas yang disediakan yakni beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.
“Bisa dicek harga di pasar kalau minyak kita 1 liter berapa dan di sini berapa, gula di pasar berapa di sini berapa, harganya semua jauh di bawah harga pasar ,” terangnya.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat sebagai konsumen. Ia menyebut, inflasi yang terkendali akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Kami akan terus menggelar pasar murah di titik-titik yang memang membutuhkan intervensi,” tegasnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan, termasuk minyak goreng Minyakita. Sebelumnya, sempat terjadi pengurangan suplai Minyakita di sejumlah wilayah sehingga diperlukan koordinasi dan pemantauan lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sempat ada pengurangan suplai minyakkita, kita koordinasi dengan Bulog, kita juga blusukan ke pasar-pasar, tapi bahwa selama kita ke pasar, kita ingin monitor ini cukup atau tidak ketersediaannya tapi kita juga ke lapangan seperti ini,” jelasnya.
Suasana Pasar Murah Nganjuk kali ini terasa berbeda karena digelar di tengah semarak bulan kemerdekaan. Di sela-sela menyapa dan melayani masyarakat, Gubernur Khofifah membagikan lebih dari seribu Bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat sekitar Lapangan Kramat dan murid SMKN 2 Nganjuk.
Bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Gubernur Khofifah kemudian mengajak masyarakat dan para murid membentangkan dan mengibarkan Bendera Merah Putih.
Suasana semakin semarak ketika Gubernur Khofifah bersama masyarakat dan murid menyanyikan lagu nasional Hari Merdeka dan Bendera secara bersama-sama.
“Karena ini bulan kemerdekaan, bulan Agustus, maka di setiap titik itu kita membagikan Bendera Merah Putih sambil kita minta untuk dikibarkan, sambil menyanyikan lagu Hari Merdeka,” tuturnya.
Gubernur Khofifah mengatakan, pembagian bendera tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, khususnya di tengah masyarakat dan generasi muda.
Ia mengaku bersyukur karena dalam berbagai kunjungannya ke sejumlah daerah di Jawa Timur, masyarakat dari berbagai kalangan selalu menunjukkan antusiasme ketika diajak mengibarkan Merah Putih dan menyanyikan lagu-lagu nasional.
“Kami bersyukur bahwa semangat untuk meneguhkan, menguatkan, dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat kuat di semua lini yang kami sapa,” ungkapnya.
Momentum tersebut bahkan menghadirkan pengalaman emosional bagi sebagian masyarakat. Dalam sejumlah kesempatan, ada warga yang mengaku sudah bertahun-tahun tidak menyanyikan lagu Hari Merdeka bersama-sama.
“Ada di antara mereka yang sudah puluhan tahun tidak menyanyikan lagu Hari Merdeka. Hari ini hari bahagia mereka, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Selain menyapa masyarakat, Khofifah juga memberikan perhatian kepada para murid asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di SMKN 2 Nganjuk melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua.
Khofifah berbincang dengan para siswa tersebut dan berpesan agar mereka tekun belajar serta memanfaatkan kesempatan pendidikan di Jawa Timur sebaik-baiknya. Ia juga mengundang mereka untuk hadir dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 17 Agustus 2026.
Salah satu siswa ADEM asal Wamena, Papua Pegunungan, Chandison Wesal (17), mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah. Ia menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menempuh pendidikan di Jawa Timur.
Chandison berharap dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Jawa Timur, khususnya mengambil jurusan Akuntansi di Jember. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia ingin kembali ke Papua dan berkontribusi dalam pembangunan daerah asalnya.
“Saya pengin kuliah Akuntansi di Jember, supaya nanti saat kembali ke Papua saya bisa membangun Papua. Saya berharap banyak adik-adik saya di Papua yang bisa mendapatkan beasiswa di Jawa Timur seperti saya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, siswi kelas XI SMKN 2 Nganjuk, Novita (16) mengaku bahagia mendapatkan Bendera Merah Putih langsung dari Gubernur Jawa Timur sekaligus menjadi kali pertama dirinya bertemu dengan kepala daerah provinsi tersebut.
“Alhamdulillah senang sekali saya dapat bendera dari Ibu Gubernur. Ini pengalaman pertama saya bertemu Gubernur Jawa Timur. Saya senang sekali. Terima kasih Bu Khofifah,” ungkapnya.
Sementara itu, bagi Suwarni (67), warga sekitar Lapangan Kramat, Pasar Murah tersebut memberikan manfaat langsung bagi keluarganya. Ia mengaku terharu mendapatkan bantuan beras yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari bersama dua cucunya.
“Saya senang sekali, terima kasih Ibu Gubernur. Ini sangat membantu, bisa buat makan saya dan dua cucu saya yang sudah tidak punya bapak ibu,” pungkasnya.(her)
