Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u974239021/domains/draftrakyat.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
KBIHU Bryan Makkah Bekali Jamaah Pemahaman Haji Tamattu’ dan Makna Spiritual Ibadah | Draft Rakyat
More
    BerandaUncategorizedKBIHU Bryan Makkah Bekali Jamaah Pemahaman Haji Tamattu' dan Makna Spiritual Ibadah

    KBIHU Bryan Makkah Bekali Jamaah Pemahaman Haji Tamattu’ dan Makna Spiritual Ibadah

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 27 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Bryan Makkah kembali menggelar manasik haji dan umrah yang memasuki pertemuan ketiga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan jamaah agar lebih memahami rangkaian ibadah, mulai dari aspek teknis hingga makna spiritual di balik pelaksanaan haji dan umrah.

    KBIHU Bryan Makkah memiliki sejarah yang tidak terpisahkan dari Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya. Lembaga tersebut berdiri pada 1998, bermula dari kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pengajian ibu-ibu, serta kegiatan santunan anak yatim.

    Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Al-Jihad kini memiliki sekitar 700 santri di kawasan Jemursari, Surabaya. Sementara santri yang menempuh pendidikan S2 dan S3 serta mereka yang telah mengajar ditempatkan di pondok kawasan Tenggilis, dekat Universitas Surabaya (Ubaya).

    KBIHU Bryan Makkah juga didirikan pada 1998. Sejak awal berdiri, proses pembinaan jamaah secara konsisten mendapat bimbingan dari KH M. Sukron Djazilan dan KH Much. Imam Chambali.

    KH M. Sukron Djazilan mengatakan, konsistensi pembimbing menjadi salah satu hal yang terus dijaga KBIHU Bryan Makkah. Menurutnya, keberlanjutan pembimbing penting agar pemahaman mengenai pelaksanaan ibadah haji dapat terus mengikuti perkembangan ketentuan dan kondisi di Arab Saudi.

    Dalam pelaksanaan ibadah haji, jamaah KBIHU Bryan Makkah menggunakan skema haji tamattu’, yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah haji. Jamaah yang memilih haji tamattu’ diwajibkan membayar dam sebagai bagian dari ketentuan ibadah.

    “Umrah terlebih dahulu, baru haji,” ujar KH M. Sukron Djazilan saat memberikan pembekalan kepada jamaah.

    Selain membahas tata cara ibadah, manasik juga diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai makna dan filosofi haji serta umrah. Ustaz H. Ali Zainal Abidin menekankan bahwa ibadah tidak hanya perlu dipahami dari sisi fikih atau keabsahan secara hukum, tetapi juga dihayati dari sisi spiritual.

    Menurut dia, pemahaman terhadap makna filosofis ibadah diharapkan dapat membawa perubahan pada pola pikir dan sikap jamaah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, KH Much. Imam Chambali turut mengingatkan jamaah untuk memperkuat keyakinan dan ketawakalan kepada Allah SWT. Pesan tersebut antara lain merujuk pada Surat Al-Anfal ayat 64 yang menegaskan bahwa Allah menjadi pelindung bagi Nabi Muhammad SAW dan orang-orang beriman yang mengikutinya.

    Melalui rangkaian manasik tersebut, KBIHU Bryan Makkah berharap jamaah tidak hanya memahami teknis pelaksanaan haji dan umrah, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalam setiap rangkaian ibadah. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru