More
    BerandaUncategorizedKisah Fehima, Santri Pesantren di Jombang, Juara 5 Tahfiz Internasional

    Kisah Fehima, Santri Pesantren di Jombang, Juara 5 Tahfiz Internasional

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Sidoarjo, 4 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Raut bahagia dan penuh syukur terpancar dari wajah seorang gadis muda berkerudung. Dialah Fehima Najaha Asy Syarifah, salah satu delegasi Indonesia dalam ajang Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz (King Abdulaziz International Competition) ke-46 yang diselenggarakan di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, 6-20 Agustus 2026.

    Pada kompetisi bergengsi tersebut, Fehima yang akrab disapa Femi berhasil meraih Juara 5 pada cabang Tahfiz Al-Qur’an 15 Juz Putri. Capaian itu menjadi pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

    Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/9/2026), Fehima mengaku tidak menyangka lembaran-lembaran Al-Qur’an yang selama ini ia hafalkan membawanya hingga ke panggung musabaqah internasional di Arab Saudi.

    “Masyaallah, dulu saya tidak membayangkan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang saya hafalkan menjadi pintu masuk saya ke musabaqah internasional di Arab Saudi,” tutur gadis asal Mojokerto itu penuh haru dan syukur.

    Bagi Fehima, perjalanan ke Arab Saudi bukan hanya tentang sebuah kompetisi. Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk kembali menginjakkan kaki di Kota Makkah untuk ketiga kalinya.

    Pengalaman pertama dan keduanya ia dapatkan ketika menunaikan ibadah umrah sebagai hadiah atas prestasinya meraih juara pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur dan tingkat nasional.

    “Karena lombanya bertempat di Masjidil Haram, Alhamdulillah saya ditakdirkan bisa menunaikan ibadah umrah lagi,” cerita mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, itu dengan bahagia.

    Namun, pencapaian di panggung internasional tersebut bukanlah perjalanan yang ditempuh dalam waktu singkat. Jauh sebelum namanya dikenal sebagai salah satu juara tahfiz internasional, Fehima telah memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI).

    Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (3/9/2026), ibunda Fehima, Kamilatud Diniyah, menuturkan bahwa saat itu hafalan putrinya masih dimulai dari Juz 30. Sedikit demi sedikit, hafalan tersebut terus bertambah seiring ketekunan Fehima dalam belajar.

    “Alhamdulillah, berkat ketekunannya dalam menghafal Al-Qur’an, Fehima beberapa kali dipercaya mengikuti Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat lokal maupun regional. Ia pun beberapa kali berhasil meraih juara MHQ Juz 30 dalam berbagai ajang yang diselenggarakan lembaga keagamaan dan organisasi,” terang Kamilatud Diniyah.

    Menariknya, kecintaan terhadap Al-Qur’an juga tumbuh dalam keluarga Fehima. Sang ibunda merupakan penghafal Al-Qur’an sekaligus Penyuluh Agama Islam di Kota Mojokerto.

    Belum lama ini, Kamilatud Diniyah juga mengikuti MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional di Sulawesi Selatan. Ia berhasil meraih Juara Harapan 2 Cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Surah An-Nisa.

    “Saya dan ayah Fehima, insyaallah, kami juga menghafal Al-Qur’an. Semoga ini juga menjadi motivasi ananda untuk istiqamah dalam menghafal,” tuturnya.

    Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Fehima. Meski sejak kecil telah menunjukkan kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an, perjalanan prestasinya tidak selalu berjalan mulus.

    Fehima beberapa kali mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur pada cabang 1 Juz Tilawah dan MHQ 10 Juz. Namun, kala itu ia belum berhasil menjadi juara.

    Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Justru dari pengalaman itulah Fehima belajar bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Ada hafalan yang harus terus dijaga, kedisiplinan yang harus dibangun, serta kesabaran yang harus dirawat.

    Setelah menyelesaikan pendidikan di MI, Fehima melanjutkan pendidikan dengan mondok di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Jombang. Ia menempuh pendidikan di MTs Perguruan Muallimat dan kemudian melanjutkan ke jenjang Aliyah di lembaga yang sama.

    Di pesantren itulah perjalanan hafalannya memasuki babak baru.

    Fehima kembali mengulang setoran Al-Qur’an dari awal. Proses tersebut dijalani dengan tekun hingga akhirnya ia berhasil khatam Al-Qur’an bil gaib pada 2022.

    Tidak hanya berhasil menyelesaikan hafalan, Fehima juga meraih predikat Wisudawan Tahfiz Terbaik, baik di pesantren maupun di sekolahnya, Madrasah Aliyah Perguruan Muallimat (MAPM) Qur’ani.

    Pada 2023, Fehima menjadi bagian dari Kafilah Jawa Timur dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits Nasional (STQHN) di Jambi. Ia tampil pada cabang MHQ 20 Juz Putri. Untuk pertama kalinya mengikuti ajang tingkat nasional, Fehima berhasil meraih Juara 3.

    Prestasi tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Sebelumnya, Fehima telah mengikuti MTQ tingkat Jawa Timur di Pasuruan pada cabang yang sama dan berhasil meraih Juara 1.

    Dua tahun kemudian, kepercayaan kembali diberikan kepadanya. Pada STQHN di Kendari 2025, Fehima kembali tampil mewakili Jawa Timur pada cabang MHQ 20 Juz Putri. Kali ini, hasilnya lebih tinggi. Ia berhasil meraih Juara 1.

    Prestasi di tingkat nasional itu menjadi pijakan menuju ajang yang jauh lebih besar.

    Pada 5 Juni 2026, Fehima ditunjuk sebagai delegasi Indonesia dalam Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz di Arab Saudi. Ajang tersebut menjadi catatan tersendiri karena pada tahun ini untuk pertama kalinya Kerajaan Arab Saudi menyelenggarakan kompetisi tersebut bagi peserta perempuan.

    Fehima harus bersaing dengan peserta dari 133 negara di dunia. Di tengah persaingan yang ketat, hafalan yang selama bertahun-tahun ia jaga akhirnya mengantarkannya meraih Juara 5.

    “Alhamdulillah, setelah mengikuti ajang tingkat lokal hingga nasional, Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk meraih juara tingkat internasional,” tutur Fehima.

    Bagi Fehima, pencapaian tersebut bukan akhir dari perjalanan. Justru, ada tantangan berikutnya yang sudah menanti.

    Pada 11-20 September 2026, ia akan kembali berlaga, kali ini mewakili Jawa Timur dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang pada cabang MHQ 30 Juz.

    Setelah berdiri di panggung internasional di Masjidil Haram, Fehima kini kembali menyiapkan hafalan untuk membawa nama Jawa Timur ke ajang nasional.

    “Mohon doanya, semoga saya berhasil mengharumkan kembali nama Jawa Timur dan Jawa Timur dapat menjadi juara umum. Allahumma amin,” pungkasnya.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru