Surabaya, 4 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong penguatan kemitraan strategis antara Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan dunia industri melalui kegiatan Temu Industri dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Strategis antara Politeknik Negeri Malang dan Dunia Industri, yang digelar di Kantor Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Kominfo Jatim, Imam Fahamsyah, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang terus berkembang.
“Harapannya kita membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, sehingga dari kerja sama ini tujuannya cuma satu, bagaimana Jawa Timur bisa jadi jauh lebih kompetitif di antara provinsi-provinsi lain. Sehingga ketika kita punya mimpi 2045 ada Generasi Emas, maka itu tidak bisa dimulai pada tahun 2030, tetapi harus kita mulai dari sekarang,” ujar Imam.
Imam memaparkan, Polinema merupakan perguruan tinggi ke-10 yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Kominfo Jatim. Salah satunya melalui program magang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta pengembangan program Cerdas Digital dan pemanfaatan Open Data Jawa Timur yang dapat diakses masyarakat untuk mendukung kebutuhan riset maupun pengembangan inovasi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo menyampaikan, Polinema memiliki mandat untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, berkualitas, serta relevan dengan kebutuhan dunia industri. Dengan jumlah sekitar 15 ribu mahasiswa aktif, Polinema tidak dapat menjalankan tugas tersebut secara mandiri sehingga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Karena kami tidak bisa sendiri, maka tentunya perlu untuk kerja sama, perlu untuk berkolaborasi, perlu untuk bermitra bersama dengan semua pihak. Termasuk dengan pemerintah, termasuk dengan dunia usaha, dunia industri, maupun juga dengan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjadi satu kebutuhan buat kami, dan ini salah satu upaya kita untuk memperkuat link and match antara pendidikan tinggi vokasi dengan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Polinema bersama sejumlah mitra industri juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan best practice kerja sama, sharing session, serta diskusi mengenai pengembangan magang, penelitian, teaching factory, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa agar mampu memberikan dampak nyata bagi dunia industri.
Melalui forum tersebut, Dinas Kominfo Jatim mendukung penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi harus diwujudkan dalam implementasi yang memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini diikuti jajaran Polinema, Dinas Kominfo Jatim, serta perwakilan mitra dari dunia industri, BUMN, pemerintah, dan berbagai institusi lainnya. (div/dar)
