Bojonegoro 24 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom –Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2031 yang diselenggarakan di Pendopo Malowopati, Rabu (24/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru PPDI dan mengapresiasi kiprah organisasi yang selama ini terus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Organisasi ini juga aktif mendorong kemandirian ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki kewajiban untuk mendukung setiap kegiatan dan program PPDI. Banyak OPD yang siap bersinergi, mulai Dinas Sosial; Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro; hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” terang Bupati.
Ia juga menegaskan adanya peluang penyesuaian regulasi terkait pemberian beasiswa bagi putra-putri penyandang disabilitas agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Menurutnya, usulan tersebut merupakan aspirasi yang baik dan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif.
“Ini sudah menjadi kewajiban kami. Kita ingin penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan mampu berdaya saing,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi berbagai organisasi dan mitra yang selama ini mendampingi penyandang disabilitas, seperti Aisyiyah, Yatim Mandiri, IdFos Indonesia, MPS Padangan, serta organisasi lainnya. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Bojonegoro Rony Setianto mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada 2021, PPDI terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu program rutin yang dijalankan adalah bantuan bagi penyandang disabilitas dengan kondisi berat yang telah menjangkau sekitar 768 penerima manfaat.
PPDI juga aktif mengembangkan UMKM disabilitas. Berbagai prestasi berhasil diraih, di antaranya juara lomba video UMKM Alfamart tahun 2023, juara harapan lomba inovasi Kabupaten Bojonegoro, serta memperoleh hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pengembangan usaha herbal dan program kesehatan disabilitas.
Selain itu, PPDI telah membentuk koperasi yang kini memiliki sekitar 25 anggota dengan perputaran usaha mencapai puluhan juta rupiah sebagai sarana penguatan ekonomi anggota.
Rony berharap ke depan Bojonegoro memiliki pusat usaha atau galeri produk disabilitas yang dapat menjadi wadah bersama bagi para penyandang disabilitas untuk berkembang dan menjadi percontohan di Jawa Timur.
“Kami ingin bertransformasi menuju kemandirian. Disabilitas bukan hambatan, tetapi bagian dari masyarakat yang juga berpartisipasi dalam pembangunan dan mendukung program pemerintah daerah,” ungkap Rony Setianto.
Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi, dan berbagai mitra, diharapkan penyandang disabilitas di Bojonegoro semakin mandiri, produktif, serta memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.(exo)
