Lamongan, 1 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lamongan dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 naik 16,57 persen (154,67 ribu ton) dari 776,29 ribu ton di tahun 2024 menjadi 904,93 ribu ton GKG pada tahun 2025. Kenaikan ini juga diimbangi dengan naiknya luas tanam Lamongan sebesar 17,38 persen (22,71 ribu hektar) dari tahun 2024 sebesar 130,67 ribu hektar menjadi 153,38 ribu hektar di tahun 2025. Capaian ini menjadikan Kabupaten Lamongan sebagai peringkat pertama pada produksi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur.
Tidak hanya itu mendapat target LTT (Luas Tambah Tanam) dari nasional sebesar 192.373 hektar pada 2025, Lamongan berhasil melampaui target dengan capaian LTT sebesar 192.430 hektar. Keberhasilan ini juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan petani, dengan bertambahnya luas area tanam maka volume produksi pangan secara langsung meningkatkan potensi kesejahteraan petani, selain itu juga pemanfaatan lahan tidur dapat memberikan peluang kerja baru di wilayah tersebut dan meningkatkan nilai ekonominya.
Atas capaian-capaian ini, Kabupaten Lamongan dilihat mampu untuk mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan berhasil memperoleh Wilwatikta Awards 2026, Terbaik 1 Kategori Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras), pada Jum’at (30/10). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan komitmen para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani.
Menerima penghargaan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan kepada Kabupaten Lamongan.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga seluruh perangkat daerah yang selama ini bersinergi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan. Ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Bagi kami, kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya. (dit)
