Banyuwangi 26 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu-Minggu (25-26/7/2026). Selama di Banyuwangi, Menpar bermalam dan mengunjungi sejumlah destinasi. Menurutnya, Banyuwangi merupakan contoh keberhasilan pengembangan pariwisata di Indonesia.
“Banyuwangi telah menjadi contoh keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di Indonesia. Apa yang dilakukan Banyuwangi bisa diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Menpar.
Menpar mengatakan Banyuwangi merupakan salah satu destinasi unggulan Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Banyuwangi juga konsisten dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah dengan berbagai inovasi dan terobosan.
“Berkat komitmen dan inovasinya yang konsisten, Banyuwangi telah menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di Indonesia,” kata Menpar.
Di Banyuwangi, Menpar mengunjungi Pantai Boom Marina dan berkeliling di dermaga yatch.
Setelah itu Menpar menggelar rapat koordinasi Revalidasi Geopark Ijen bersama berbagai stakeholder di Pendopo Sabha Swaghata yang merupakan salah satu ikon heritage di Banyuwangi dan memiliki arsitektur yang unik.
Menpar juga melihat langsung Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) yang merupakan pusat edukasi tentang Geopark di Banyuwangi.
“Ini adalah pusat informasi geopark terbaik yang pernah saya kunjungi,” kata Menpar.
Setelah itu, Menpar mengunjungi Desa Adat Osing, Desa Kemiren. Tiba di Kemiren Menpar yang didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berjalan kaki menyusuri gang desa dan berinteraksi langsung dengan warga.
Menpar disambut oleh tabuhan musik Othek dan angklung paglak, khas suku Osing, yang dimainkan oleh ibu-ibu setempat.
Menpar mengunjungi kompleks rumah adat suku Osing yang terletak di pinggir hamparan sawah. Di sana dia berinteraksi dengan penghuni, dan mencoba kuliner jajanan khas suku Osing seperti tape ketot, kucur, jenang, dan lainnya.
Menpar juga melihat koleksi batik khas Kemiren serta melihat kerajinan tas dari janur. “Warga di sini sangat kreatif dalam mempertahankan tradisi mereka,” katanya.
Di lokasi yang sama, Menpar juga menyapa seorang wisatawan mancanegara asal Prancis bernama Chloe yang menginap selama dua malam. Menpar memberikan cenderamata khas Indonesia sebagai kenang-kenangan. Kepada Menpar, Chloe mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga dan suasana asri Desa Kemiren.

“Saya suka masyarakat disini, sangat ramah. Dua malam menginap disini bikin saya jauh lebih suka orang Indonesia. Ternyata tinggal disini sangat menyenangkan,” ujar Chloe.
Menpar mengatakan akan melakukan pendampingan khusus kepada Desa Kemiren yang merupakan peraih Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari UN Tourism (Organisasi Pariwisata PBB), agar dapat meningkatkan statusnya menjadi Best Tourism Village.
“Semoga setelah program pendampingan ini selesai, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village,” ujar Menpar saat menyusuri kawasan rumah adat Osing Kemiren.
Bupati Ipuk menyampaikan terimakasih kepada Menpar yang terus mendukung Banyuwangi untuk mengembangkan potensi wisatanya.
Menurut Ipuk, bagi Banyuwangi pariwisata merupakan payung besar penggerak pembangunan, namun tanpa menghilangkan jati diri dan karakter budaya.
“Banyuwangi punya kekuatan budaya dan tradisi yang sangat khas, dan menjadi yang menjadi daya tariknya,” kata Ipuk. (dik)
