Surabaya, 14 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kesigapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan langkah preventif menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak pada lahan pertanian dan produksi pangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Mentan Amran dalam rapat koordinasi penanganan kekeringan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (12/8).
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi Pemprov Jatim sangat sigap melakukan langkah preventif menghadapi musim kekeringan,” katanya.
Menurut Amran, saat ini ada kekeringan seluas 200 hektar. Mengatasi kekeringan perlu dilakukan pemetaan wilayah mana yang ada air di sekitar sawah, kedua yang tidak ada air dibangun sumur dangkal.
Lebih lanjut, lahan yang terancam sebanyak 1 juta hektar harus dipetakan, mana yang ada air di sekitarnya diberikan pompa. Sedangkan yang tidak ada air dibangun sumur dangkal bersama Kementerian PU, Kementerian Pertanian, Pemprov, bupati, camat, kepala desa.
“Yang kekeringan kita selamatkan. Intinya jangan ada petani terbebani,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota tengah melakukan sinkronisasi data untuk mendapatkan pemetaan yang lebih presisi mengenai lahan yang mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan.
Menurut Emil, validasi data menjadi sangat penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah dapat tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Semua kepala dinas, kepala daerah, dirjen berkumpul untuk mencocokkan luas lahan yang berpotensi kekeringan. Ada angka 200 hektar dan ada 1 juta hektar, namun saya yakin petani Jatim tangguh dan sudah beradaptasi,” kata Emil.
Menurut Emil, langkah preventif yang saat ini dilakukan melakukan antisipasi untuk segera memetakan potensi air permukaan. Pompa masih disediakan dari pusat dan sumur bor dipetakan yang sudah matang termasuk data geo listrik yang juga di kroscek dengan data cekungan dari balai Bengawan Solo dan balai Brantas. “Kroscek dua data cekungan sangat penting dari dua balai bersama dirjen sumber daya air,” ungkapnya.
Selain itu, peran Embung dinilai penting sebagai fungsi menahan banjir dari Kalilamong. Bahkan kabar baiknya, LP2B Jatim sudah selesai sehingga bisa mengoptimalkan kawasan pangan di wilayah kehutanan. “Tentu tetap aturan hutan lestari dengan memastikan tutupan hutan yang memenuhi syarat,” jelasnya.
Emil berharap, kehadiran Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran saling memberi masukan sebagai upaya mencegah musim kekeringan. “Mohon penguatan dari Menteri Pertanian seluruh daerah harus mengindentifikasi sumber air yang bisa di pompa dan kesiapan sumur bor menjadi fokus utama dan kesepakatan berapa lama targetnya,” pungkasnya.(her)
