More
    BerandaUncategorizedMuhammad Cesar, Alumnus UNAIR yang Kini jadi Marine Biologist di Maladewa

    Muhammad Cesar, Alumnus UNAIR yang Kini jadi Marine Biologist di Maladewa

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 27 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Muhammad Cesar Briliandi, alumnus Budidaya Perairan (Akuakultur) FPK UNAIR menjalani peran krusial di dunia kelautan. Lulusan UNAIR angkatan 2016 tersebut bekerja sebagai Marine Biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa, di bawah manajemen jaringan hotel global Marriott International.

    Selepas meraih gelar sarjana, Cesar tidak berhenti pada satu jenjang pendidikan. Ia melanjutkan studi dengan beasiswa magister di National Taiwan Ocean University (NTOU), salah satu perguruan tinggi terkemuka di bidang kelautan. Pengalaman internasional ini memperkaya dirinya dalam pengelolaan sumber daya perairan dan konservasi laut, sekaligus memperkuat kompetensinya sebagai ilmuwan kelautan. Kombinasi antara dasar keilmuan akuakultur dari UNAIR dan pendalaman ilmu di NTOU menjadi fondasi penting untuk memegang posisi strategis sebagai marine biologist di Maladewa.

    UNAIR Tempat Menempa Karakter

    Cesar menjelaskan bahwa salah satu pengalaman yang paling berkesan dan membentuk karakternya selama di kampus adalah saat menghadapi ujian yang ia sebut jedogtest. Menurutnya, ujian tersebut melatih disiplin, kemampuan mengelola waktu yang terbatas. Sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan banyak bergantung pada kesungguhan diri sendiri.

    “Dari proses itu, saya belajar bahwa kedisiplinan dan kemampuan bekerja di bawah tekanan adalah kompetensi yang tidak terpisahkan dari dunia profesional. Baik di laboratorium, di lapangan, maupun di lingkungan kerja lintas budaya seperti yang ia hadapi saat ini,” ujarnya.

    Baginya, keterampilan yang ia peroleh di kampus tidak hanya berupa pengetahuan teknis tentang budidaya perairan. Tetapi juga pembentukan karakter sebagai pembelajar yang mandiri dan adaptif. Cesar menekankan bahwa kemandirian adalah hal yang penting, dan kegagalan justru menjadi bagian berharga dari proses belajar.

    Terjun dalam Komunitas Profesional

    Dalam menjalankan tugasnya sebagai marine biologist, Cesar tergabung dalam sebuah komunitas profesional yang tidak hanya berfokus pada aspek operasional wisata bahari, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas riset dan “guest research”. Marine biologist di tempatnya bekerja memiliki peran ganda. Yaitu sebagai ilmuwan yang memahami ekologi laut dan sebagai komunikator yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan pengalaman wisata para tamu. Posisi ini menjadikan Cesar tidak hanya berperan di balik layar. Tetapi juga tampil sebagai wajah ilmiah yang memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian laut kepada masyarakat internasional.

    Sehari-hari, Cesar bekerja bersama sebuah tim yang beranggotakan sekitar 15 orang, di tengah ekosistem kerja resor yang mempekerjakan total kurang lebih 300 pegawai. Dalam lingkup tersebut, ia berperan dalam merancang dan mengimplementasikan program-program edukasi tentang cara menjaga dan menghargai laut serta lingkungan kepada para tamu.

    Salah satu dampak dari pekerjaannya adalah meningkatnya kesadaran tamu akan pentingnya menjaga kesehatan laut dan ekosistem terumbu karang. “Melalui wisata edukasi, kami mengajak para pengunjung untuk melihat keindahan bawah laut sekaligus memahami ancaman yang dihadapi. Mulai dari kerusakan terumbu karang hingga sampah kiriman,” tuturnya.

    Di Maladewa, upaya ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah setempat yang tengah menggerakkan berbagai inisiatif konservasi, serta didukung oleh lembaga-lembaga konservasi koral yang berfokus pada upaya menjaga kondisi terumbu karang agar tetap sehat.

    Relevansi Keilmuan

    Pengetahuan tentang biologi perairan, ekologi, dan pengelolaan organisme akuatik yang ia pelajari di kampus menjadi landasan penting untuk memahami dinamika ekosistem laut tempat ia bekerja. Meski demikian, Cesar menegaskan bahwa di atas semua itu, karakter untuk terus mau belajar dan kemampuan memahami karakter orang lain menjadi modal utama untuk memaksimalkan peran sebagai marine biologist di lingkungan kerja yang multikultural. Ilmu, menurutnya, selalu dapat dicari dan diperbarui, tetapi kemauan untuk belajar dan beradaptasi adalah kualitas yang harus terus dipelihara.

    Kontribusinya tidak hanya dirasakan oleh institusi tempatnya bekerja, tetapi juga oleh masyarakat luas yang tersentuh oleh kegiatan edukatif yang ia jalankan. Melalui berbagai program wisata edukasi, Cesar membantu menumbuhkan kesadaran bahwa laut bukan sekadar destinasi wisata. Melainkan sistem kehidupan yang harus dijaga kelestariannya. Dengan memberikan pemahaman sejak dini, terutama kepada anak-anak di kids club, ia berharap generasi mendatang memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab moral yang lebih kuat terhadap lingkungan laut.

    Bagi Cesar, aspek yang paling menyenangkan dari pekerjaannya adalah kedekatannya dengan alam sekaligus kesempatan untuk membangun relasi dengan banyak orang dari berbagai negara. Di titik ini, perannya sebagai alumni tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi. Melainkan juga dari sejauh mana ia mampu membawa nilai-nilai ilmu budidaya perairan ke panggung global dan menjadikannya relevan dalam konteks konservasi dan edukasi.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru