Surabaya 18 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) nonton bareng (nobar) film “Na Willa” di mal Tunjungan Plaza pada, Sabtu (18/4/2026). Saat nobar, Wali Kota Eri turut ditemani tokoh-tokoh dan warga yang diceritakan di dalam film tersebut.
Film keluarga yang disutradarai oleh Ryan Andriandhy itu menceritakan kehidupan sehari-hari Na Willa alias Luisa Adreena, seorang gadis kecil berusia enam tahun yang tinggal di sebuah gang tepatnya di Krembangan, Kota Surabaya pada dekade 1960-an. Melalui sudut pandangnya yang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak melihat dinamika keluarga multikultural Na Willa.
Film ini juga menceritakan, sosok ibu Na Willa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ayahnya seorang keturunan Tionghoa, serta interaksi di lingkungan sekitarnya. Kisah di film itu juga menceritakan pengalaman-pengalaman sederhana masa kecil yang sarat akan makna tentang pertumbuhan, keberagaman, dan perubahan zaman di Kota Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, film ini menggambarkan potret nyata warga Surabaya yang sebenarnya. Karena di dalam film ini digambarkan bagaimana pertemanan sejati tanpa melihat suku dan agama. Bahkan, ketika ada salah satu teman yang mengalami kekurangan tetap saling menerima satu sama lain.
“Mereka tetap berteman, dan berteman di zaman dulu itu tidak ada yang saling menjatuhkan tapi saling menjaga, orang tuanya juga saling guyub. Kan kita dicontohkan, agar kita tidak boleh berbohong dan cara mengajarkan anak dengan cara yang luar biasa,” kata Wali Kota Eri.
Adanya film ini, ia berharap warga Surabaya bisa tetap guyub rukun. Terlebih dengan adanya Kampung Pancasila, warga akan bisa saling mengutamakan toleransi dan menghargai satu sama lain.
“Semoga, Surabaya dari Krembangan menuju Surabaya yang berkah, sejahtera, dan bisa menjalankan Kampung Pancasila. Semoga juga bisa sejahtera, dan damai seperti kampungnya Na Willa,” pungkasnya.(bri)
