More
    BerandaOlahragaNPCI Jatim Rumuskan Tiga Pilar Prestasi Disabilitas dalam Rapat Kerja Daerah

    NPCI Jatim Rumuskan Tiga Pilar Prestasi Disabilitas dalam Rapat Kerja Daerah

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 8 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Komite Paralimpiade Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Kota Surabaya, yang dilanjutkan dengan kegiatan Sarasehan dan Studi Tiru ke Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada tanggal 5–7 Juni 2026.

    Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris NPCI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur dari 38 daerah, serta Pengurus Harian NPCI Provinsi Jawa Timur. Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, serta Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes.

    Rakerda tahun ini mengusung tema: Membangun Prestasi melalui Penguatan Organisasi dalam Tata Kelola Kelembagaan, serta Mengembangkan Pembinaan dari Fondasi Kokoh yang Terarah dan Berkelanjutan.

    Dalam laporan kegiatan, Ketua NPCI Provinsi Jawa Timur, Imam Kuncoro, menegaskan bahwa Rakerda merupakan momentum strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat sinergi, serta menata kembali arah organisasi guna memastikan keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas di Jawa Timur.

    NPCI Jatim Rumuskan Tiga Pilar Prestasi Disabilitas dalam Rapat Kerja Daerah

    “Prestasi tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibangun melalui sistem yang terencana, pembinaan yang berkelanjutan, serta organisasi yang kuat dan tertata,” ujarnya.

    Dalam arahannya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi. Rakerda secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.

    Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya dalam sambutannya turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan olahraga disabilitas berbasis keilmuan dan sport science, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan secara sistematis.

    Dalam paparan program kerja, NPCI Jatim menyampaikan arah pembinaan tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan kompetisi dan kesinambungan proses pembinaan atlet. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur cabang olahraga Para Atletik dan Voli Duduk yang direncanakan berlangsung pada bulan September bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional, serta Kejuaraan Daerah cabang olahraga Para Catur dan Boccia pada bulan Oktober.

    Seluruh rangkaian kompetisi tersebut kemudian diperkuat melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) dengan melibatkan 30 atlet prioritas, yang merupakan hasil dari program pencarian bakat dan capaian kejuaraan, sebagai bagian dari upaya membangun pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

    Lebih dari itu, Rakerda ini juga merumuskan satu kerangka berpikir bersama yang menjadi kekuatan utama dalam pembangunan olahraga disabilitas di Jawa Timur, yaitu: sarana dan prasarana sebagai fondasi, pembinaan sebagai proses, dan organisasi sebagai sistem. Ketiga unsur ini dipahami sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, di mana fondasi yang kuat akan menopang proses yang terarah, dan proses yang terarah hanya dapat berjalan optimal melalui sistem organisasi yang tertata.

    Dalam aspek sarana dan prasarana, NPCI Jatim terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain telah memiliki kantor sekretariat dan fasilitas penginapan atlet, organisasi ini juga mengembangkan aset melalui pembelian lahan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembinaan olahraga disabilitas.

    NPCI Jatim Rumuskan Tiga Pilar Prestasi Disabilitas dalam Rapat Kerja Daerah

    Sementara itu, dalam bidang kelembagaan, ditekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional melalui perencanaan dan penganggaran kegiatan secara sistematis, termasuk pemenuhan standar penyelenggaraan kegiatan dalam menghadirkan narasumber dan tenaga teknis sebagai bagian dari praktik organisasi modern.

    Sebagai tindak lanjut dari Rakerda, pada hari berikutnya dilaksanakan kegiatan Sarasehan dan Studi Tiru di PPPI, Delingan, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung untuk memahami sistem pembinaan, pengelolaan sarana dan prasarana, serta praktik baik yang telah diterapkan di tingkat nasional.

    Koordinator Substansi dan Pelaksanaan Kegiatan, Roy Agustinus Soselisa, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Sarasehan dan Studi Tiru merupakan langkah konkret untuk memperkuat wawasan dan kapasitas kelembagaan.

    “Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari proses belajar bersama untuk memahami bagaimana sistem pembinaan dan pengelolaan sarana prasarana dapat dibangun secara terintegrasi. Harapannya, model pengembangan PPPI dapat menjadi praktik baik yang diadopsi dan dikembangkan di Jawa Timur melalui pembangunan Jawa Timur Paralympic Training Center,” ungkapnya.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, NPCI Jatim berharap dapat memperkuat kapasitas organisasi di tingkat kabupaten/kota, meningkatkan kualitas pembinaan, serta membangun fondasi kelembagaan yang kokoh dalam rangka mewujudkan prestasi olahraga disabilitas yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru