Jember, 1 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jember menggelar Sosialisasi Transformasi Digital Program Strategis bertajuk “Connecting Government: a Journey of Equality and Productivity” pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan di ruang rapat Bakorwil V ini diikuti jajaran pegawai dari seluruh bidang dan sekretariat.
Dalam paparannya, Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, menegaskan bahwa transformasi digital dan tuntutan kelincahan di sektor layanan publik menjadi titik berangkat bersama. Menurutnya, reformasi birokrasi menuntut budaya kerja adaptif dan organisasi yang lincah dalam merespons perubahan regulasi, konektivitas antarwilayah, serta kebutuhan masyarakat.
“Status bisa diperdebatkan, tetapi bukti kerja tidak,” ujarnya. Tiga program strategis ini, lanjutnya, bukan tugas baru, melainkan cara menjalankan peran Bakorwil secara sungguh-sungguh dengan ukuran yang dapat dipertanggungjawabkan. “Budaya dan kebiasaan kerja produktif adalah energi, sedang platform digital adalah kendaraan operasionalnya” tegasnya.
Program pertama, PEREKAT (Platform Early-warning, Respons, Evaluasi, Koordinasi, Akselerasi, dan Tindak Lanjut), menjadi identitas kelembagaan. Platform yang nantinys dapat diakses di bakorwilvjatim.id ini memantau kondisi tujuh kabupaten/kota wilayah kerja Bakorwil V melalui lima modul: Respon Cepat, Radar Isu, Laporan Cepat, Tren Sosial Ekonomi, rekomendasi dan Tindak Lanjut.

Program kedua, ROLAS (Rumah Orkestrasi Lintas Wilayah dan Sektor), merujuk pada kata “rolas” atau dua belas dalam bahasa Jawa, sesuai jumlah program prioritas yang diorkestrasi. Di antaranya hilirisasi kopi dan kakao Koridor Tapal Kuda, hilirisasi wisata Bromo dan Geopark ijen, ketenagakerjaan dan vokasi bersama ESJC-Millenium Job Center dalam koridor talent and career engine hingga pengendalian stunting. “Kita bukan pemain solo, kita butuh kerja kolaborasi dan orkestrasinya,” tegasnya.
Program ketiga, SIAP (Sistem Informasi Akuntabilitas dan Layanan Publik), menjadi penegas janji kepada publik. Setiap komitmen rapat dipantau hingga tuntas, dilaporkan secara berkala kepada Gubernur dan masyarakat, serta dilengkapi layanan digital. SIAP juga menjadi fondasi penerapan SAKIP unggul yang mengadopsi enam langkah hasil studi tiru dari OPD yang telah sukses sebelumnya.
Keberhasilan ketiga program akan diukur melalui Indeks Kinerja Koordinasi Wilayah (IKKW), yang diarahkan untuk mengungkit capaian kinerja rekomendasi dan implementasi tindaklanjut dan berkontribusi terhadap capaian makro indeks Jawa Timur seperti pertumbuhan ekonomi, IPM, penurunan pengangguran, ketimpangan, dan kemiskinan, selaras dengan 9 Program Nawa Bhakti Satya.
Kabid. Pengembangan Ekonomi, Khoirul Anwar menyampaikan program ini menjadi identitas Bakorwil dalam pemgukuran kinerja. Sedang Kabid Kesmas, Endang Anggraini menyampaikan saran dalam prakteknya tidak tumpang tindih dengan kegiatan dan target OPD teknis.
Sosialisasi ditutup dengan rencana aksi 90 hari pertama, mulai dari penetapan PIC tiap modul, ritme laporan mingguan dan rakor bulanan lintas kabupaten/kota, hingga laporan capaian perdana kepada Gubernur dan publik. Kepada seluruh peserta kemudian menyerukan moto Bakorwil V Jember 2026: Hadir, Merekat, Bermanfaat! Bakorwil V Jember-Hebat ; Mensuport Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. (her)
