Lamongan 20 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030, oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026, Selasa (19/5) di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja PMI sebagai langkah menyusun program yang nyata, realistis, dan dapat dilaksanakan secara optimal di tengah masyarakat.
“Saya ucapkan selamat dan sukses atas pelantikan yang baru saja dilaksanalan. Pelantikan pengurus dan musyawarah kerja ini penting. Seluruh program yang direncanakan harus nyata, realistis, dan benar-benar bisa dilaksanakan sehingga manfaat PMI terus dirasakan masyarakat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Menurut Pak Yes, peran PMI selama ini tidak hanya sebatas penyediaan darah, tetapi juga hadir dalam berbagai pelayanan kemanusiaan, mulai dari penanganan kebencanaan, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR).
“PMI selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya soal darah, tetapi juga bagaimana membantu masyarakat saat terjadi bencana, memberikan pertolongan pertama, hingga membangun semangat kemanusiaan melalui pembinaan relawan dan PMR,” jelasnya.
Pak Yes menilai kontribusi PMI sangat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Lamongan. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir menyentuh angka 76,81 serta angka usia harapan hidup mendekati 75,40.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana menghadirkan kemaslahatan melalui pelayanan dan lembaga sosial yang kuat, salah satunya PMI,” tegas Pak Yes.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Soto juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari jumlah penduduk. Pada tahun 2025, capaian pemenuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen. Sementara tahun ini PMI Lamongan menargetkan pemenuhan 19 ribu kantong darah, dengan ketersediaan saat ini mencapai sekitar 7 ribu kantong.
“Ini menjadi tantangan bersama karena PMI bergerak berbasis kerelawanan. Karena itu harus terus disosialisasikan dan diapresiasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Selain pelayanan darah, PMI Lamongan juga terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman bantuan logistik dan relawan kemanusiaan. PMI akan memaksimalkan keberadaan kegiatan pembinaan PMR di tingkat sekolah agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Auditor menyampaikan apresiasi atas komitmen transparansi dan tata kelola keuangan PMI Lamongan. Yangmana laporan keuangan PMI Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), predikat tertinggi dalam audit keuangan karena laporan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap PMI Kabupaten Lamongan dalam menjalankan pelayanan sosial dan kemanusiaan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.(dit)
