Jakarta 13 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Timnas voli putra Indonesia U-18 mengawali perjuangannya di AVC U-18 Championship 2026 dengan kekalahan. Menghadapi tuan rumah China pada laga perdana Grup A di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, Minggu (12/7/2026), Garuda Muda takluk dengan skor 1-3.
China memastikan kemenangan lewat skor 25-23, 26-24, 21-25, dan 25-20.
Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama. Indonesia mampu memberikan perlawanan ketat, tetapi China berhasil mengamankan set pembuka dengan skor tipis 25-23.
Pada set kedua, Garuda Muda kembali tampil kompetitif. Indonesia bahkan sempat memimpin perolehan angka. Namun, China tampil lebih tenang pada poin-poin penentuan sehingga kembali merebut set kedua dengan skor 26-24.
Indonesia bangkit pada set ketiga. Permainan disiplin dalam bertahan serta serangan yang lebih efektif membuat Garuda Muda berhasil memperkecil ketertinggalan setelah merebut set tersebut dengan skor 25-21.
Sayangnya, momentum itu tidak mampu dipertahankan pada set keempat. China kembali mendominasi permainan dan menutup set dengan skor 25-20 untuk memastikan kemenangan 3-1.

Kekalahan ini membuat Indonesia belum meraih poin di klasemen sementara Grup A AVC U-18 Championship 2026. Meski demikian, peluang Garuda Muda untuk lolos ke babak perempat final masih terbuka karena masih menyisakan dua pertandingan fase grup.
Indonesia berada di Grup A bersama China, Chinese Taipei, dan Hong Kong. Dua tim teratas klasemen akan melaju ke babak perempat final, sedangkan dua tim lainnya akan bersaing memperebutkan peringkat 9-16.
Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Chinese Taipei pada Senin (13/7/2026). Setelah itu, Garuda Muda menutup fase grup dengan menghadapi Hong Kong pada Selasa (14/7/2026).
AVC U-18 Championship 2026 berlangsung pada 12-18 Juli 2026 dan diikuti 16 negara. Turnamen ini juga menjadi ajang kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia Voli Putra U-19 FIVB 2027. Empat tim yang berhasil mencapai babak semifinal akan mewakili Asia pada kejuaraan dunia tersebut.
pelatih tim Indonesia Odyk Hermanto Anak-anak sudah bermain bagus hanya saja mereka telat untuk adaptasi di awal pertandingan, “Kami masih lemah di posisi blok yang mana pemain tuan rumah dengan postur dan jangkauan yang lebih tinggi dan posisi bertahan anak-anak juga kurang rapat, untuk pertandingan kedepan kita fokus evaluasi antisipasi blok dan pola bertahan untuk counter attack lebih matang,” pungkasnya.
