Surabaya 12 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kegiatan yoga yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Lapangan Rektorat mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai masyarakat umum, mahasiswa, hingga klien Unit Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ULABK). Selain menjadi sarana olahraga bersama, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dalam mendukung kesehatan fisik, kesejahteraan mental, serta pengembangan kemampuan motorik peserta.
Melalui rangkaian gerakan yang menekankan keseimbangan tubuh, pengaturan pernapasan, konsentrasi, dan relaksasi, para peserta mengikuti sesi yoga dengan antusias. Klien ULABK pun mampu mengikuti instruksi sesuai kemampuan masing-masing, sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana yang inklusif, menyenangkan, dan edukatif.
Dampak positif kegiatan tersebut terlihat pada sesi terapi yang berlangsung keesokan harinya. Salah satu klien ULABK, Bram, siswa SDN Babatan V Surabaya, secara spontan mempraktikkan beberapa gerakan yoga sebelum terapi dimulai. Tanpa arahan dari terapis, Bram mampu mengingat dan menirukan sejumlah posisi yoga dengan percaya diri. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman yang diperolehnya selama kegiatan masih terekam dengan baik serta memunculkan motivasi untuk mengulang kembali gerakan yang telah dipelajari.
Saat diajak berbincang oleh terapis, Bram mengaku senang mengikuti kegiatan yoga. Ia mengatakan hadir bersama kedua orang tuanya dan berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan. Ketika ditanya gerakan yang paling disukai, Bram menyebut gerakan “namaste” sambil mempraktikkannya. Dengan penuh semangat, ia juga menyatakan kesediaannya untuk kembali mengikuti yoga apabila dilaksanakan pada kesempatan berikutnya.
Respons positif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan yoga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi klien ULABK. Kemampuan mengingat dan mempraktikkan kembali gerakan menunjukkan adanya proses pembelajaran, peningkatan fokus, koordinasi gerak, serta motivasi dalam melakukan aktivitas fisik. Kondisi tersebut juga berdampak pada suasana terapi yang lebih kondusif karena klien datang dengan kondisi lebih rileks, bersemangat, dan kooperatif.
Secara keseluruhan, kegiatan yoga di Lapangan Rektorat UNESA tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan, tetapi juga berdampak positif terhadap aktivitas sehari-hari dan proses terapi klien ULABK. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang inklusif sekaligus mendukung peningkatan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, kemampuan motorik, dan konsentrasi anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi antara ULABK, masyarakat, dan sivitas akademika UNESA. (pur)
