Lumajang, 23 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ramainya wisatawan di Tumpak Sewu bukan hanya menghadirkan pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata. Aktivitas wisatawan dan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari geliat ekonomi yang tumbuh bersama perkembangan pariwisata Lumajang.
Hal tersebut terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengunjungi kawasan wisata Tumpak Sewu bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dewi Natalia melihat langsung aktivitas wisatawan serta interaksi mereka dengan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan. Ia juga melihat kehadiran wisatawan mancanegara yang menikmati panorama Tumpak Sewu.
“Pemandu wisatanya ramah-ramah. Saya juga tadi melihat banyak sekali wisatawan asing yang menikmati keindahan Tumpak Sewu,” ujar Dewi Natalia.
Menurutnya, kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara, menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan. Semakin lama wisatawan berada di kawasan destinasi dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin terbuka pula ruang ekonomi bagi warga setempat.
“Banyaknya kunjungan wisatawan juga memberikan dampak terhadap perekonomian, utamanya bagi pelaku UMKM yang berjualan di lokasi wisata,” katanya.
Dampak tersebut dapat dirasakan melalui berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari usaha kuliner, penjualan produk lokal dan oleh-oleh, kerajinan, hingga jasa pemandu wisata. Dengan demikian, keberadaan destinasi wisata tidak hanya memberikan manfaat dari sisi rekreasi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, perkembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Destinasi yang semakin dikenal diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang semakin luas, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
Kunjungan bersama IWAPI Jawa Timur tersebut juga menjadi ruang untuk melihat potensi ekonomi lokal secara langsung. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas pariwisata diperlukan agar perkembangan destinasi dapat memberikan nilai tambah bagi warga sekaligus menjaga daya tarik kawasan.
Tumpak Sewu dengan panorama alamnya, keramahan masyarakat, dan kunjungan wisatawan yang terus menarik perhatian menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi salah satu pintu masuk penguatan ekonomi lokal. Ketika wisatawan datang dan berbelanja produk serta menggunakan jasa masyarakat setempat, manfaat keindahan alam dapat ikut mengalir menjadi penghasilan bagi warga. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
