More
    BerandaUncategorizedWagub Emil Dukung 5 Kabupaten dan Kota Proyek InCircular di Jatim Jadi...

    Wagub Emil Dukung 5 Kabupaten dan Kota Proyek InCircular di Jatim Jadi Percontohan Menjawab Tantangan Pengelolaan Sampah

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 15 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung lima kabupaten/kota di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai daerah percontohan Proyek InCircular: Promoting a Circular Economy in Indonesia. Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo.

    Dukungan tersebut disampaikan Wagub Emil dalam Peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular di Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya, Selasa (15/9).

    Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), serta diimplementasikan bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia & ASEAN.

    Menurut Emil, terpilihnya Jawa Timur sebagai salah satu provinsi percontohan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang strategis untuk memperkuat transformasi menuju pembangunan yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya, rendah limbah, dan berkelanjutan.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Republik Federal Jerman, serta GIZ Indonesia atas kerja sama dan dukungannya dalam mendorong pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur,” kata Emil.

    Ia mengatakan, pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan penting di Jawa Timur. Timbulan sampah mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, tetapi baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal.

    Tantangan tersebut, lanjut Emil, tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan sampah dari sumber, dukungan pembiayaan, serta keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha.

    “Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” ungkapnya.

    Menurut Emil, setiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Beberapa kepala daerah yang hadir secara langsung diberi kesempatan oleh Wagub Emil untuk menyampaikan capaian serta kendala yang sudah dilakukan terkait pengelolaan sampah. Termasuk bagaimana ke depan merencanakan sekaligus memaparkan kerangka berpikir dari kelima kabupaten dan kota yang menjadi bagian dari proyek Insirkular. 

    Kerangka berpikir dari kelima kabupaten dan kota, lanjut Emil, harus dipaparkan supaya implementasi InCircular melahirkan solusi yang sesuai dengan kondisi daerah, memperkuat sistem yang telah berjalan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Praktik yang sudah dikerjakan serta kerangka berpikir yang nantinya akan dibawa kepada Kementerian PPN/Bappenas serta GIZ Indonesia – ASEAN selanjutnya dapat direplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

    “Kelima daerah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan model implementasi ekonomi sirkular yang konkret, terukur, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah,” tuturnya.

    Deputi bidang pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo mengapresiasi komitmen bersama lima kabupaten dan kota di Jatim. Pengukuhan komitmen menekankan pentingnya bergerak dari visi nasional menuju aksi di tingkat lokal.

    “Membangun ekonomi sirkular dibutuhkan visi dan aksi bersama. Pemerintah daerah berperan penting menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan, sistem, layanan dan inovasi yang sesuai dengan daerah,” ungkapnya.

    Sementara itu Thomas Foerch selaku director urban development cluster dari GIZ Indonesia & ASEAN mengatakan Pemerintah Jerman bekerjasama dengan Indonesia selama 50 tahun salah satunya ekonomi sircular terkait pengelolaan sampah yang menjadi sektor prioritas. “Kami mendukung pengelolaan sampah di Indonesia,” ujarnya. 

    Thomas menilai, Pemprov Jatim memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah dan pengembangan kapasitas. Termasuk komitmen kuat pemerintah tingkat kabupaten maupun kota di Jatim. Ia optimis kerjasama proyek sirkular membuahkan hasil yang sukses. Sebab, tantangan sampah tidak bisa diatasi sendiri, tetapi menghadirkan kolaborasi dan solusi untuk periode jangka panjang.

    “Atas nama Pemerintah Jerman, kami mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra. Peluncuran ini menjadi momentum untuk memperkuat dan menyelaraskan pemahaman sirkular di Jatim. Mari melangkah bersama membangun sistem yang berkelanjutan, tangguh serta lebih baik bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru