Surabaya, 24 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Asa Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan untuk berbicara banyak di Polytron Surabaya International Challenge 2026 terbuka lebar. Turun di babak 32 besar, pasangan ganda putra Indonesia itu tampil meyakinkan dengan mengalahkan wakil Chinese Taipei Tzu Hung Chiu/Chen Jui Hsu dua game langsung, 21-13, 21-15.
Wahyu/Pulung tampil relatif nyaman sepanjang pertandingan. Meski baru pertama kali tampil bersama di turnamen ini, keduanya mampu menjaga pola permainan dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawan.
Pulung mengatakan, kemenangan tersebut menjadi modal positif setelah mereka lebih dulu beradaptasi dengan kondisi lapangan. Meski sudah menjalani test court, atmosfer pertandingan tetap terasa berbeda.
“Alhamdulillah di pertandingan tadi kami bermain lancar, tanpa cedera apa pun. Kami baru pertama kali main di sini jadi masih penyesuaian lapangan dulu meskipun sudah melakukan test court, karena kondisinya akan berbeda dengan pertandingan,” ujar Pulung.
Dari sisi strategi, Wahyu/Pulung memilih mengandalkan permainan tanpa lob dengan tempo yang lebih halus. Pola tersebut berjalan efektif untuk meredam permainan pasangan Chinese Taipei.
“Untuk pola main tadi, kami bermain dengan pola kami yaitu no lob dan bermain lebih halus saja,” kata Pulung.
Ada satu misi personal yang ikut dibawa Pulung di turnamen kali ini. Ia ingin mengubah cerita kurang menyenangkan yang selama ini dirasakan setiap kali tampil di Surabaya.
“Kalau di Surabaya ceritanya sedih terus, semoga kali ini bisa juara dan punya cerita indah,” ucapnya.
Namun, langkah menuju gelar masih panjang. Pulung menyebut konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama. Fokus sejak awal hingga akhir pertandingan juga harus dijaga.
“Evaluasi untuk besok harus lebih fokus, konsisten, tidak boleh lengah dan kurangi eror,” tegas Pulung.
Di sisi lain, Wahyu mengaku tidak terlalu kesulitan dengan kondisi arena karena cukup sering bermain di GOR tersebut. Perbedaan justru lebih terasa dari atmosfer turnamen yang berstatus International Challenge.
“Menurut saya tidak ada yang berbeda, saya lumayan sering main di GOR ini. Mungkin karena ini International Challenge bukan Sirnas jadi beda di suasananya saja,” terang Wahyu.
Kepercayaan diri Wahyu juga tengah meningkat. Sebelumnya, ia baru saja meraih gelar juara di Polytron Pontianak International Challenge. Modal tersebut ingin dibawa untuk melangkah lebih jauh di Surabaya.
“Saya pribadi jadi lebih percaya diri setelah menjadi juara di Polytron Pontianak International Challenge kemarin,” pungkasnya.(her)
