More
    BerandaUncategorizedPerkuat IKU Baru 2026, Unesa Matangkan Strategi Mobilitas dan Kolaborasi Internasional Berdampak

    Perkuat IKU Baru 2026, Unesa Matangkan Strategi Mobilitas dan Kolaborasi Internasional Berdampak

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 20 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Unesa Global Engagement (UGE) perkuat ekosistem kolaborasi internasional dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium Fakultas Psikologi, Kampus Unesa II Lidah Wetan, pada Selasa, 19 Mei 2026.

    Kegiatan bertemakan “Strategi Implementasi Kerja Sama & Mobilitas Internasional dalam Mendukung Pencapaian IKU Baru 2026” ini menjadi momentum penting bagi Unesa, untuk menyelaraskan persepsi seluruh unit kerja terkait perubahan paradigma Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2026 yang kini bergeser dari kuantitas dokumen menuju kualitas luaran yang berdampak nyata.

    Direktur UGE, Muchammad Arif Al Ardha, menegaskan bahwa dalam IKU baru, keberhasilan kerja sama tidak lagi diukur dari banyaknya nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerja sama (PKS), melainkan dari rasio luaran yang dihasilkan.

    “Kita terus dorong seluruh fakultas untuk lebih selektif dan fokus pada kemitraan yang mampu melahirkan inovasi, riset bersama, maupun pengabdian masyarakat yang terukur,” ujarnya.

    Kasubdit Partnership and Promotion, Slamet Setiawan, menjelaskan bahwa Unesa kini menerapkan pergeseran paradigma kerjasama berbasis dampak.

    Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) itu menekankan pentingnya sinergi antara strategi top-down dari tingkat universitas dan bottom-up dari tingkat prodi agar setiap kolaborasi selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

    Senada dengan hal tersebut, Kasubdit International Engagement and Grants, Beni Setiawan, memaparkan peluang besar dalam perolehan hibah internasional (international grants) seperti Erasmus+. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dalam skema pendanaan global akan memperkuat rekognisi Unesa di tingkat dunia sekaligus memberikan dukungan pendanaan riset yang lebih masif.

    Sementara itu, dari aspek mobilitas, Kasubdit Office of International Affair, Asrori, mengungkapkan target besar Unesa untuk mendatangkan setidaknya 845 mahasiswa asing pada tahun berjalan.

    Ia menjelaskan bahwa berbagai program mulai dari beasiswa KNB, pertukaran pelajar, hingga short course kini telah terintegrasi dalam sistem digital “Melisa” untuk memudahkan administrasi dan pelaporan ke pangkalan data pendidikan tinggi.

    Turut hadir secara virtual, Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Kemdiktisaintek, Firman Hidayat, yang memberikan peringatan bahwa jumlah dokumen kerja sama yang terlalu banyak tanpa luaran justru dapat menjadi beban dalam penilaian IKU.

    “Unesa perlu fokus pada satu dokumen payung yang mampu menghasilkan banyak output nyata seperti publikasi artikel bereputasi, prototipe, hingga kebijakan publik yang diakui mitra,” ucapnya.

    Dengan adanya FGD ini, diharapkan Unesa siap menjadi kampus yang adaptif dan tetap unggul satu langkah di depan dalam kompetisi global. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru